Kriya Payakumbuh Dibina Tembus Pasar Nasional hingga Global

  • 28 Agt 2026 00:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang dipilih Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) dalam Program Pelatihan dan Pendampingan Kriya “Ekraf Peduli”. Program tersebut menyasar pengembangan produk sulam dan anyam agar mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar global.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Rabu, 26 Agustus 2026 diikuti 50 perajin lokal. Peserta terdiri atas 25 perajin anyaman dan 25 perajin sulaman yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi penunjukan daerahnya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pelaku ekonomi kreatif sekaligus mengembangkan potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenekraf/Bekraf. Pusat telah memilih Kota Payakumbuh sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini,” kata Zulmaeta.

Ia mengatakan, Payakumbuh memiliki kekayaan budaya dan tradisi, termasuk keterampilan sulam dan anyam yang diwariskan secara turun-temurun. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan agar tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Zulmaeta meminta para perajin memperhatikan inovasi desain, kualitas, kemasan, serta strategi pemasaran agar produk kriya mampu mengikuti perubahan selera dan perilaku konsumen. “Produk kriya Payakumbuh harus kami dorong agar tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan pasar global,” ujarnya.

Selain pengembangan produk, Zulmaeta menyoroti keterbatasan modal yang masih menjadi salah satu kendala perajin dalam mengembangkan usaha. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat berlanjut, khususnya dalam membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kriya.

“Karena kekurangan modal, para perajin kami meminta bantuan modal untuk mengembangkan usaha dan hasil yang lebih maksimal. Mudah-mudahan ada bantuan untuk perajin kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” katanya.

Pemko Payakumbuh, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Zulmaeta juga mengajak para perajin memanfaatkan program tersebut untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta menghasilkan produk inovatif yang memiliki ciri khas Payakumbuh. “Tradisi tetap kami jaga, tetapi cara kami mengemas dan memasarkannya harus terus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....