Sekjen Kemenag Tanam Pohon di Masjid Raya Sumbar, Gaungkan Ekoteologi
- 23 Agt 2026 06:27 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Komaruddin Amin menanam pohon di lingkungan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, Sabtu 22 Agustus 26. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran ekologis sekaligus menggaungkan gerakan ekoteologi di tengah masyarakat.
Komaruddin Amin menyampaikan, penanaman pohon lebih dari sekadar agenda penghijauan. "Di balik sebatang pohon yang ditanam, terdapat pesan tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi, merawat kehidupan, dan memastikan lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang," ujarnya.
Gerakan ini menurut Komaruddin Amin sejalan dengan semangat membangun keberagamaan yang tidak hanya kuat dalam aspek ritual, tetapi juga mampu menghadirkan kepedulian nyata terhadap persoalan sosial dan lingkungan, kata Sekjen. Bagi Kementerian Agama ini, pendekatan ekoteologi menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan tantangan ekologis yang dihadapi masyarakat saat ini.
"Masjid selama ini menjadi pusat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Namun, peran tersebut dapat dikembangkan lebih luas, termasuk menjadi pusat gerakan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan," kata Komaruddin.
Lebih jauh disampaikan Komaruddin Amin, penanaman pohon di Masjid Raya Sumbar menjadi simbol bahwa rumah ibadah juga dapat mengambil peran dalam membangun kesadaran ekologis. "Dari lingkungan masjid, jamaah dan masyarakat dapat diajak memahami bahwa menjaga kebersihan, merawat pepohonan, menghemat air, mengurangi sampah, dan menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari perilaku yang selaras dengan nilai-nilai agama," ucapnya.
Dalam konteks inilah, menurutnya, kegiatan penanaman pohon memiliki makna yang lebih dalam. Pohon yang ditanam bukan hanya untuk memperindah kawasan masjid. Ia diharapkan tumbuh menjadi bagian dari lingkungan yang memberikan keteduhan, memperbaiki kualitas udara, menjaga ekosistem, sekaligus menjadi pengingat bahwa alam merupakan amanah yang harus dipelihara.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Sumbar, Mustafa, menyatakan, kegiatan ini juga memperkuat gagasan bahwa masjid dapat menjadi pusat gerakan hijau. "Masjid memiliki jamaah yang luas dan berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Pesan tentang lingkungan dapat disampaikan melalui khutbah, ceramah, kajian, pendidikan keagamaan, maupun kegiatan sosial," ujar Mustafa.
Tidak hanya menyampaikan pesan, kata Mustafa, masjid juga dapat menjadi contoh dalam praktik ramah lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik, penggunaan air secara bijak, penghematan energi, penghijauan halaman, serta pemanfaatan ruang secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, menuturkan, semangat menjaga alam diharapkan dapat berkembang dari kawasan Masjid Raya Sumbar menuju berbagai lingkungan lainnya. "Madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, kantor Kementerian Agama, rumah ibadah, dan komunitas masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperluas gerakan tersebut," kata Yasril.
Dengan begitu, kata Yasril, ekoteologi tidak hanya menjadi tema dalam sebuah kegiatan, tetapi menjadi bagian dari budaya kehidupan. Dari Seremonial Menjadi Gerakan Berkelanjutan Tantangan terbesar dalam setiap kegiatan penghijauan bukan hanya menanam pohon, tetapi memastikan pohon tersebut tumbuh dan terawat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....