Evaluaator UNESCO Dorong Perkuat Kajian Geologi Geopark Silokek
- 22 Agt 2026 06:31 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Evaluasi UNESCO Global Geopark (UGGp) terhadap pengelolaan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung telah rampung. Selama lima hari, dua evaluator UNESCO melakukan penilaian dan memberikan sejumlah apresiasi sekaligus rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti.
Evaluator UNESCO asal Prancis, Nicolas Klee, menyampaikan hasil evaluasi dalam kegiatan pembahasan di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Jumat, 21 Agustus 2026. Salah satu catatan utama yang diberikan yakni perlunya memperkuat pengetahuan, penelitian, dan kajian terhadap warisan geologi serta geosite.
Nicolas mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama pelaksanaan misi evaluasi. Menurutnya, kegiatan tersebut berjalan dengan baik berkat keterlibatan pemerintah daerah, pengelola Geopark, masyarakat, guru, sekolah, pelaku usaha dan mitra lainnya.
Ia menjelaskan, Geopark Ranah Minang Silokek memiliki keterhubungan yang kuat dengan berbagai unsur di daerah. “Keterlibatan pemerintah, nagari, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha hingga mitra dinilai menjadi kekuatan dalam pengembangan Geopark,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung juga mendapat apresiasi. Menurut evaluator, dukungan pemerintah daerah merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sebuah Geopark.
“Penting bagi sebuah Geopark untuk mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah daerah. Dan kami melihat dukungan pemkab sangat baik di Ranah Minang Silokek,” katanya.
Selain itu, menurutnya tim pengelola Geopark Ranah Minang Silokek dinilai memiliki struktur yang lengkap dan dinamis. Tim tersebut juga dinilai memiliki latar belakang yang beragam serta mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
“Dari sisi pendidikan, evaluator melihat sejumlah program yang menarik. Antusiasme guru dan peserta didik dalam mengenal serta mendukung program Geopark menjadi salah satu aspek positif yang ditemukan selama evaluasi ini,” ujar Nicolas.
Sektor ekonomi juga mendapat apresiasi karena pengembangan ekonomi lokal tidak hanya bertumpu pada pariwisata. Sejumlah produk seperti tekstil, geo-produk, ecoprint, Geopark Shop dan Geopark Corner dinilai menunjukkan upaya menghubungkan keberadaan Geopark dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penggunaan merek Geopark dalam berbagai produk dan kegiatan juga disebut menunjukkan perkembangan yang positif. Meski banyak mendapat apresiasi, evaluator menilai masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperkuat. Salah satunya berkaitan dengan pemahaman dan kajian terhadap warisan geologi di sejumlah kawasan Geopark.
“Pemahaman terhadap sejumlah warisan geologi di kawasan Geopark dinilai masih relatif baru. Karena itu, diperlukan penelitian dan pendalaman yang lebih serius agar nilai geologi setiap kawasan dapat dijelaskan secara tepat,” ujar Nicolas.
Ia merekomendasikan agar pengelola Geopark memperkuat penelitian terhadap geosite serta meningkatkan pengetahuan mengenai warisan geologi. Kerja sama dengan peneliti dan perguruan tinggi juga perlu diperluas, termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa melakukan penelitian di kawasan Geopark.
“Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dipublikasikan secara ilmiah. Dengan demikian, hasil kajian dapat memperkaya pengetahuan mengenai warisan geologi Geopark Ranah Minang Silokek,” ujarnya.
Selain itu, evaluator juga menemukan sejumlah kekeliruan pada panel informasi di beberapa kawasan Geopark. Perbaikan informasi dinilai penting agar masyarakat dan wisatawan memperoleh penjelasan yang tepat mengenai geologi dan nilai masing-masing geosite.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir memastikan Pemerintah Kabupaten Sijunjung siap mendukung tindak lanjut hasil evaluasi UNESCO Global Geopark. Dukungan akan dilakukan melalui penganggaran serta pengerahan sumber daya secara optimal.
Benny mengatakan pengembangan Geopark tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. “Kolaborasi dengan perguruan tinggi, akademisi, komunitas lokal dan berbagai pihak menjadi penting untuk menjawab rekomendasi evaluator. Prinsipnya adalah bagaimana kami memuliakan bumi untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan para evaluator, tidak hanya dalam proses evaluasi, tetapi juga pertukaran wawasan dan pengembangan pariwisata. Kerja sama tersebut termasuk peluang kunjungan balasan ke negara asal evaluator, seperti Korea Selatan dan Prancis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....