Renungan Suci, Gubernur Ajak Generasi Muda Mencontoh Perjuangan Pahlawan

  • 17 Agt 2026 05:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Lolong, Kota Padang, tepat pukul 00.00 WIB, Senin, 17 Agustus dini hari. Kegiatan berlangsung khidmat untuk mengenang sekaligus menghormati jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara.

Apel tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar. Kemudian pasukan gabungan TNI dan Polri. Prosesi ditandai dengan penyalaan api obor, penghormatan kepada arwah para pahlawan, doa, dan mengheningkan cipta.

Dalam naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Mahyeldi menegaskan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan harus terus diwarisi generasi penerus bangsa. Ia menyampaikan sumpah untuk meneruskan perjuangan serta jalan kebaktian yang telah ditempuh para pahlawan.

“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula. Jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga,” ujar Mahyeldi.

Dalam prosesi tersebut disebutkan para pahlawan yang dimakamkan dan dikenang terdiri atas satu Pahlawan Daerah, 269 Badan Perjuangan Sipil, 803 TNI Angkatan Darat, 42 TNI Angkatan Laut, 35 TNI Angkatan Udara, 95 anggota Polri, serta 49 Pahlawan Tak Dikenal. Mahyeldi juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan demi bangsa dan negara.

“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian. Hal ini menandai jalan perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” ujarnya.

Usai prosesi, Mahyeldi mengatakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan yang tidak ternilai. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui pengabdian nyata sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.

“Pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua. Terutama generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.

Ia mengajak generasi muda tidak hanya mengenang nama dan jasa para pahlawan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diwariskan melalui perjuangan mereka. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan kerja keras, pengabdian, kepedulian, serta kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.

“Semoga semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan terus hidup dalam diri kita, sehingga kemerdekaan ini dapat kita isi dengan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” harapnya. Apel kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan terakhir kepada para pahlawan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....