Pemko Payakumbuh Percepat Penemuan Kasus TB untuk Putus Rantai Penularan
- 15 Agt 2026 17:06 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TB) untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut. Hingga Juli 2026, capaian deteksi kasus TB baru mencapai 25,9 persen, masih di bawah target sebesar 55,4 persen.
Percepatan dilakukan melalui skrining kontak pasien yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Agustus hingga November 2026 di 36 lokus dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, Nofriwandi mengatakan penemuan kasus secara dini menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan TB. Selain menemukan pasien, pemerintah juga memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh dan orang yang memiliki kontak erat menjalani pemeriksaan.
“Penanggulangan TB tidak cukup hanya menemukan pasien. Kami harus memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh dan memeriksa orang yang memiliki kontak erat,” kata Nofriwandi saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Penemuan Kasus TB di Emersia Hotel Batusangkar, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, pelacakan kontak tidak hanya dilakukan terhadap anggota keluarga pasien, tetapi juga perlu menjangkau lingkungan sekolah, perkantoran, asrama, dan komunitas. Camat, lurah, serta Bhabinkamtibmas diminta ikut memastikan pasien menjalani pengobatan secara disiplin dan kontak erat mengikuti pemeriksaan.
Nofriwandi menegaskan TB dapat disembuhkan dan pemerintah menyediakan pengobatan secara gratis. Karena itu, masyarakat diminta tidak menghentikan pengobatan serta menghindari stigma yang dapat membuat pasien enggan memeriksakan diri maupun menjalani pengobatan.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta mendukung percepatan penemuan kasus TB dengan menggerakkan kader dan keluarga untuk mendorong pemeriksaan dini. Kader juga diarahkan memberikan pendampingan kepada pasien sekaligus membantu mencegah stigma di tengah masyarakat.
“TP-PKK siap menggerakkan kader dan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan keluarga. Jangan takut memeriksakan diri dan mari dukung pasien TB agar berobat sampai sembuh,” kata Eni.
Ia mengajak kader PKK di 47 kelurahan berkolaborasi dengan puskesmas dan unsur masyarakat untuk menyukseskan skrining TB yang terintegrasi dengan CKG. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yanti mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penemuan kasus, pelacakan kontak, serta memastikan keberhasilan pengobatan pasien TB. “Skrining TB terintegrasi CKG berlangsung Agustus-November 2026 di 36 lokus. Dukungan camat, lurah, TP-PKK, Bhabinkamtibmas, puskesmas, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilannya,” kata Yanti.
Pemko Payakumbuh juga mengapresiasi pembentukan kelurahan siaga TB di 47 kelurahan. Keberadaan kelurahan siaga tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan pasien TB di tingkat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....