Pemprov Sumbar Siapkan PM-AAS Kejar Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare
- 29 Jul 2026 07:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menyiapkan penerapan Pertanian Modern Advance Agricultural System (PM-AAS) sebagai strategi meningkatkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare. Program yang diinisiasi Kementerian Pertanian itu diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan di tengah terus berkurangnya luas lahan sawah.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan, kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Sementara di sisi lain, luas lahan pertanian di Sumbar terus menyusut akibat alih fungsi lahan.
"Kalau kita lihat perkembangan atau pengurangan lahan pertanian sawah kita dari tahun ke tahun, data tahun 2024 menunjukkan rata-rata mencapai 1.000 hektare per tahun. Lahan itu hilang atau paling tidak beralih fungsi," ujar Afniwirman dalam dialog Padang Menyapa Pro 1 RRI Padang, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat peningkatan produktivitas menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari. Melalui PM-AAS, pemerintah menargetkan hasil panen padi meningkat dari rata-rata 5–6 ton per hektare menjadi 10 atau minimal 9 ton per hektare.
"Kalau ini bisa kita capai, seolah-olah kita sudah menambah lahan. Jadi mau tidak mau yang harus kita lakukan adalah meningkatkan produktivitas," ujarnya.
Afniwirman menegaskan, keberhasilan PM-AAS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan pemerintah menyediakan seluruh kebutuhan produksi tepat waktu. Ia meminta benih, pupuk, serta sarana produksi lainnya sudah tersedia di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebelum musim tanam dimulai.
"Kalau petani sudah butuh sementara ketersediaannya belum ada, tentu petani akan merasa keberatan. Karena itu kebutuhan PM-AAS harus sudah dipetakan dan disiapkan di setiap BPP," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sumatera Barat, Salwati, menjelaskan PM-AAS merupakan perubahan paradigma budidaya padi yang mengadopsi sistem pertanian modern berbasis presisi. Program tersebut mengatur peningkatan populasi tanaman, penggunaan benih lebih banyak, pemupukan berimbang, hingga mekanisasi untuk mendongkrak hasil panen.
"Harapannya terjadi peningkatan produksi. Rata-rata produksi saat ini kita ingin naik hingga mencapai 10 ton per hektare," kata Salwati.
Ia menyebut PM-AAS dibangun melalui enam pilar utama, yakni tanam rapat, skala korporasi, efisiensi sumber daya, intensifikasi produksi, spesifik lokasi, dan mekanisasi. Seluruh proses tersebut akan didampingi penyuluh pertanian bersama Brigade Pangan agar petani mampu mengadopsi sistem baru secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....