Pemko Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang untuk Dukung Program MBG

  • 23 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh memulai Gerakan Tanam Pisang Serentak dengan menanam 3.000 bibit pisang varietas barangan di lima kecamatan, Kamis, 23 Juli 2026. Program ini menjadi upaya memperkuat pasokan buah lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan dipusatkan di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talang Saiyo, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Gerakan tersebut merupakan bagian dari arah pembangunan Pemerintah Kota Payakumbuh yang menempatkan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Staf Ahli Irwan Suwandi mengatakan, pemerintah terus mengembangkan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi sekaligus kandungan gizi tinggi. Menurutnya, pisang dipilih karena kaya karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber buah lokal bagi Program Makan Bergizi Gratis.

"Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pisang. Kegiatan ini juga memastikan kebutuhan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal," kata Irwan.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kota Payakumbuh menyalurkan 3.000 bibit pisang varietas barangan kepada 29 kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang tersebar di 23 kelurahan di lima kecamatan. Bantuan tersebut terdiri atas 1.405 batang untuk Kecamatan Payakumbuh Barat, 535 batang untuk Payakumbuh Selatan, 345 batang untuk Payakumbuh Timur, 425 batang untuk Payakumbuh Utara, dan 290 batang untuk Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Selain bibit, pemerintah juga menyalurkan 30.000 kilogram pupuk kompos dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap batang pisang. Irwan menegaskan, dukungan pemerintah tidak berhenti pada bantuan sarana produksi, tetapi juga melalui pendampingan budidaya secara berkelanjutan agar tanaman tumbuh optimal dan memberikan hasil maksimal.

"Kami akan terus melakukan pendampingan. Hal ini agar tanaman dapat tumbuh optimal dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi petani," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjelaskan varietas pisang barangan dipilih karena memiliki ketahanan lebih baik terhadap serangan hama dibandingkan varietas lainnya. Menurutnya, setiap bibit juga dibekali pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas.

"Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat," kata Nila.

Nila menambahkan, pengembangan komoditas pisang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Payakumbuh, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu memasok kebutuhan daerah lain dan menjadi bahan baku berbagai produk olahan bernilai tambah. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam pengembangan agribisnis pisang intensif, termasuk budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, penguatan hilirisasi, dan perluasan pemasaran agar kesejahteraan petani terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....