Tebing Sungai Batang Tiku Longsor, BPBD Agam Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

  • 21 Jul 2026 16:02 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Debit air Sungai Batang Tiku meningkat drastis sejak Minggu pukul 23.00 WIB, menyebabkan kerusakan infrastruktur di Jorong Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.
  • BPBD Kabupaten Agam telah melakukan survei dan asesmen lapangan pada Senin 20 Juli 2026 bersama Sekretaris Nagari, Wali Jorong, dan Kelompok Siaga Bencana Tiku Utara.
  • Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Batang Tiku diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan yang dapat terjadi kapan saja.

RRI.CO.ID, Padang - Meningkatnya debit air Sungai Batang Tiku mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur di Jorong Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan, personel BPBD bersama Sekretaris Nagari, Wali Jorong, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Tiku Utara telah melakukan survei dan asesmen lapangan, Senin 20 Juli 2026, menyusul meningkatnya debit Sungai Batang Tiku yang terjadi sejak Minggu sekitar pukul 23.00 WIB.

"Hasil asesmen menunjukkan terdapat tiga titik tebing Sungai Batang Tiku yang runtuh. Kondisi tersebut menyebabkan tebing semakin mendekati badan jalan kabupaten yang menghubungkan Cacang Randah dengan Bukik Malintang serta mengancam lahan pertanian warga," kata Rahmad.

Selain menyebabkan abrasi tebing sungai, kejadian tersebut juga mengakibatkan satu unit tiang listrik tegangan menengah ambruk. Akibatnya, aliran listrik di wilayah setempat sempat terputus sejak Minggu malam hingga kembali normal pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.

BPBD Agam juga mencatat kerusakan pada pintu bendungan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Cacang Tinggi bertambah parah akibat derasnya arus sungai.

Rahmad menjelaskan, BPBD bersama pemerintah nagari dan instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan. Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Batang Tiku agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi meningkatkan debit air sungai dan memicu longsor maupun abrasi susulan.

Rahmad mengajak masyarakat segera melaporkan kepada aparat nagari atau petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda kerusakan maupun potensi bencana, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....