Gunung Marapi Tetap Waspada Level II, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius Tiga Kilometer

  • 20 Jul 2026 02:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan hasil evaluasi periode 1–15 Juli 2026. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek sebagai pusat aktivitas gunung api.

Laporan evaluasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterbitkan pada 19 Juli 2026 menyebut aktivitas Gunung Marapi masih berfluktuasi. “Dinamika suplai fluida dan magma dari kedalaman masih berlangsung sehingga potensi erupsi tetap ada meski belum menunjukkan peningkatan yang signifikan,” kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

PVMBG menjelaskan, apabila terjadi erupsi, potensi bahaya utama berupa lontaran material pijar dan hujan abu diperkirakan masih berada di sekitar pusat aktivitas dengan jangkauan utama dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan, serta aktivitas penerbangan sesuai arah dan kecepatan angin.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan. Di kawasan puncak juga terdapat potensi paparan gas vulkanik beracun seperti CO₂, CO, SO₂, dan H₂S yang dapat membahayakan keselamatan.

PVMBG menegaskan, "Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) G. Marapi." Masyarakat juga diimbau menggunakan masker apabila terjadi hujan abu untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.

Lana Saria juga mengingatkan, masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Marapi. "Aktivitas vulkanik Gunung Marapi hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan kami minta tidak memasuki atau beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek, serta tetap mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi," ujarnya.

PVMBG juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya serta terus mengikuti arahan pemerintah daerah. Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi, sementara status Level II (Waspada) akan terus dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan aktivitas gunung api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....