BPS Yakini B50 Tidak Mengganggu Ekspor CPO Sumbar

  • 05 Jul 2026 05:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) menilai, penerapan mandatori biodiesel B50, tidak mengganggu ketersediaan stok ekspor crude palm oil (CPO) asal Ranah Minang. Justru, penerapan B50 menjadi angin segar bagi daerah penghasil CPO, seperti Sumbar.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, penerapan mandatori biodiesel B50 akan memberikan dampak positif bagi industri sawit. Menurutnya, kebijakan dimaksud dipastikan bisa memperkuat nilai tambah CPO asal Indonesia di pasar global.

“Berdasarkan data statistik, lebih dari 80 persen ekspor asal Sumbar merupakan produk industri pengolahan berbasis CPO dengan India dan Pakistan menjadi negara tujuan ekspor produk turunan sawit tersebut. Bahkan pada tahun 2025, kami mencatat Sumbar telah mengekspor 2 juta 271 ribu 255 koma 64 ton dengan nilai ekspor mencapai 2 juta 309 ribu 631 US Dollar, ini menandakan begitu besarnya pengaruh ekspor CPO Sumbar di pasar global,” ujarnya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Hasan menambahkan, masih menunggu perkembangan program mandatori B50 di Sumbar. “Tentunya kami masih menunggu penerapan program B50 ini, bagaimana mekanisme penyerapan bahan bakunya, apakah Sumbar masuk sebagai salah satu yang akan diserap hasil CPO nya untuk B50 ini dari sejumlah provinsi lainnya di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar, Helmi Heriyanto menilai program mandatori biodiesel B50 menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor BBM di daerah. Selain itu, kehadiran biodiesel B50 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penyerapan produk turunan sawit di pasar domestic.

“Pemerintah menilai, produksi turunan sawit seperti CPO di Indonesia sudah mencukupi, makanya program mandatori ini serentak akan dimulai. Kami harap masyarakat Sumbar tidak perlu panik dalam membeli solar yang saat ini tersedia di SPBU, justru jika nanti mulai diterapkan masyarakat memiliki alternative BBM jenis solar untuk kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peluncuran mandatori bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50 pada awal Juli 2026 ini. Jika sudah diresmikan, maka seluruh SPBU di Indonesia serentak akan mengimplementasikan BBM baru B50 ini. Namun, akan ada tahapan harmonisasi selama tiga bulan untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia di SPBU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....