UNAND Perkuat Kolaborasi untuk Hadirkan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat
- 30 Jun 2026 21:22 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Universitas Andalas (UNAND) menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan CEO Talks yang mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan peneliti di Auditorium Kampus Limau Manis, Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Padang, Fadly Amran, jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta calon wisudawan itu menghadirkan Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, sebagai pembicara utama. Mengusung tema “Dari Literasi Keuangan Menuju Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi", forum tersebut membahas pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab tantangan pembangunan.
Wakil Rektor III Universitas Andalas, Kurnia Warman, mengatakan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. "Universitas Andalas meyakini bahwa riset yang baik adalah riset yang memberi manfaat. Riset harus keluar dari laboratorium, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi dasar lahirnya kebijakan, inovasi, maupun teknologi yang meningkatkan kualitas kehidupan. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha merupakan kebutuhan strategis agar inovasi berkembang lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih luas," katanya.
Menurut Kurnia, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa. UNAND juga berharap kerja sama dengan PT Pegadaian dapat terus diperluas, mulai dari penguatan riset, literasi dan inklusi keuangan, transformasi digital, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi. Menurutnya, kompetensi akademik perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, pengalaman profesional, serta literasi keuangan yang baik. "Kemampuan mengelola keuangan dan berinvestasi merupakan bekal penting bagi generasi muda. Semakin cepat memulai, semakin besar peluang untuk memperoleh manfaat di masa depan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Universitas Andalas bersama PT Pegadaian juga menyerahkan hasil penelitian kolaboratif berupa perangkat early warning system gempa bumi kepada masyarakat. Inovasi yang dikembangkan Pusat Studi Bencana UNAND bersama Program Studi Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana itu ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang.
Selain menghasilkan perangkat deteksi dini, riset tersebut juga mengembangkan model mitigasi bencana berbasis masyarakat yang mencakup sistem peringatan dini, prosedur evakuasi, edukasi kebencanaan, pemanfaatan masjid sebagai pusat informasi dan lokasi evakuasi sementara, serta simulasi yang dapat diterapkan di berbagai kawasan pesisir. Melalui kolaborasi tersebut, UNAND berharap hasil riset tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....