Wamenbud Giring Ganesha Hadiri Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026
- 29 Jun 2026 00:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut kedatangan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, beserta rombongan di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Minggu, 28 Juni 2026. Kedatangan Wakil Menteri Kebudayaan tersebut untuk menghadiri puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.
Giring Ganesha mengatakan kehadirannya merupakan bentuk dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat tersebut. "Kementerian Kebudayaan mendukung penuh penyelenggaraan Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026. Saya juga berasal dari keluarga Minang dan ingin menyaksikan langsung prosesi Tabuik hingga pembuangan ke laut," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan yang dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya daerah. "Kami sangat bangga dan berbahagia atas kehadiran Bapak Wakil Menteri Kebudayaan untuk menyaksikan puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026," ujarnya.
Menurut Yota, penyelenggaraan Tabuik tahun ini diperkirakan akan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan diharapkan semakin meningkatkan antusiasme masyarakat maupun wisatawan untuk menyaksikan rangkaian prosesi budaya tersebut.
Pada kesempatan itu, Yota juga mengusulkan penambahan museum budaya di Kota Pariaman. Ia menyampaikan, saat ini Kota Pariaman telah memiliki Museum Budaya yang diresmikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada perhelatan Tabuik tahun sebelumnya.
"Kami berharap Tabuik Subarang juga dapat dikembangkan menjadi museum. Sehingga kedua tradisi Tabuik yang dimiliki Kota Pariaman dapat terdokumentasi dan dilestarikan dengan baik," katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Giring Ganesha menyambut positif rencana pengembangan museum budaya di Kota Pariaman. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pusat pelestarian warisan budaya, sekaligus menjaga memori kolektif bangsa bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....