Pemko Payakumbuh Perkuat Wisata Budaya lewat Pergelaran Baadok-Adok
- 28 Jun 2026 14:17 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Satu Iven Satu Nagari yang mengangkat tradisi lokal sebagai daya tarik wisata sekaligus media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Komitmen itu ditandai dengan pembukaan kegiatan Mambangkit Tradisi Adat Salingka Nagari Koto Nan Gadang: Pergelaran Baadok-Adok oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Nan Gadang, Minggu, 28 Juni 2026. Pergelaran Baadok-Adok telah ditetapkan sebagai salah satu agenda dalam Kalender Event Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Satu Iven Satu Nagari yang mendorong setiap nagari menampilkan kekhasan budayanya sebagai potensi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong setiap nagari untuk terus menggali, menjaga, dan mempromosikan kekayaan tradisi yang dimiliki agar menjadi destinasi wisata budaya yang bernilai edukatif.
"Melalui program Satu Iven Satu Nagari, kami tidak hanya menjaga warisan tradisi seperti prosesi Baadok-Adok agar tetap lestari. Namun juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.
Ia mengapresiasi sinergi Kerapatan Adat Nagari (KAN), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Bundo Kanduang, niniak mamak, pemerintah kecamatan, serta masyarakat Koto Nan Gadang yang terus menjaga kelestarian adat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, Kota Payakumbuh sebagai daerah perlintasan menghadapi arus perubahan sosial yang cukup cepat.
Karena itu, adat istiadat harus tetap menjadi benteng moral sekaligus pedoman bagi generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan tanpa kehilangan jati diri budaya Minangkabau. Elzadaswarman juga mendorong penyusunan aturan adat di tingkat nagari sebagai dasar perlindungan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Aturan tersebut bukan untuk membatasi, tetapi menjadi payung dalam menjaga dan melestarikan adat. Hal ini agar budaya tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat. Menurutnya, pemuda, termasuk organisasi Karang Taruna, perlu diberi ruang untuk berpartisipasi aktif sehingga nilai-nilai budaya tetap tumbuh dan berkembang.
Pergelaran Baadok-Adok berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional Minangkabau. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan penampilan talempong pacik oleh Bundo Kanduang, serta prosesi Baadok-Adok yang diperagakan oleh niniak mamak Koto Nan Gadang sebagai gambaran tata cara adat perkawinan salingka nagari yang masih lestari hingga kini.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap program Satu Iven Satu Nagari mampu berjalan seiring dengan pelestarian adat dan pengembangan sektor pariwisata. Selain menjaga warisan budaya Minangkabau, program ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat promosi daerah, membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....