Hoyak Tabuik 2026 Targetkan 300 Ribu Pengunjung, Perputaran Ekonomi Capai Rp30 M

  • 25 Jun 2026 17:11 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Pariaman menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 300 ribu orang selama pelaksanaan Hoyak Tabuik 2026. Selain menjadi agenda pelestarian budaya, perhelatan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan rangkaian Hoyak Tabuik 2026 telah dimulai sejak 16 Juni dan akan mencapai puncaknya pada 28 Juni mendatang. Hingga saat ini, enam dari sembilan prosesi utama telah dilaksanakan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Ferialdi mengatakan Pemerintah Kota Pariaman menargetkan sekitar 300 ribu pengunjung selama pelaksanaan Hoyak Tabuik tahun ini. Kehadiran wisatawan tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang terlibat dalam kegiatan.

“Dari jumlah pengunjung kita targetkan untuk tahun ini di angka kurang lebih 300 ribu. Ada beberapa UMKM yang ikut serta dalam memeriahkan acara, dan kita harapkan nanti perputaran uangnya sekitar kurang lebih Rp30 miliar selama pelaksanaan Tabuik,” kata Ferialdi dalam Dialog Padang Menyapa Pro 1 RRI Padang pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Hoyak Tabuik merupakan tradisi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi identitas Kota Pariaman. Setelah sempat tidak masuk pada tahun 2025, event tersebut kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara 2026.

“Hoyak Tabuik ini merupakan event yang sudah kita laksanakan sejak ratusan tahun. Tahun 2026 ini kita kembali masuk Karisma Event Nusantara dan tentunya pelaksanaannya disupervisi serta dimonitor oleh Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Untuk memperkuat daya tarik wisata, Pemko Pariaman menghadirkan sejumlah kegiatan pendamping melalui Festival Bandagala. Berbagai agenda seperti bazar ekonomi kreatif, pertunjukan seni budaya, donor darah, senam, hingga penampilan budaya multi-etnis disiapkan untuk melengkapi rangkaian prosesi Tabuik.

Ferry menambahkan seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya masuk. Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Hoyak Tabuik 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....