Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram untuk Cegah Stunting

  • 25 Jun 2026 00:27 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui pelatihan budidaya jamur tiram dan penyaluran bantuan 6.000 baglog jamur tiram kepada keluarga miskin berisiko stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh diikuti 40 kepala keluarga penerima manfaat yang berasal dari sejumlah kelurahan prioritas berdasarkan tingkat kerentanan pangan, Rabu, 24 Juni 2026.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong tumbuhnya usaha produktif di tingkat rumah tangga. Menurutnya, ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Rumah tangga yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri dinilai lebih siap menghadapi gejolak harga pangan maupun tantangan ekonomi.

“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” katanya.

Ia menjelaskan, budidaya jamur tiram menjadi salah satu alternatif usaha yang potensial karena tidak membutuhkan lahan yang luas, mudah dikembangkan, memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, sekaligus dapat menyediakan sumber pangan bergizi bagi keluarga. Selain itu, jamur tiram mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

“Melalui pelatihan dan bantuan baglog ini, kami berharap keluarga penerima memperoleh tambahan sumber pangan bergizi .Sekaligus peluang usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Elzadaswarman menegaskan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun usaha produktif yang berkelanjutan. Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan bantuan yang diterima secara optimal mulai dari pemeliharaan, panen hingga pemasaran hasil produksi.

“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif. Kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga mengapresiasi narasumber pelatihan, Fitri Afriani, yang dinilai berhasil membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga. Menurutnya, Fitri memulai usaha budidaya jamur tiram sejak masih kuliah hingga mampu membantu perekonomian keluarga dan menyelesaikan pendidikannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, mengatakan program tersebut menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Penerima bantuan berasal dari Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

“Kami menetapkan lokasi penerima bantuan berdasarkan hasil penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025. Kelurahan-kelurahan tersebut masuk kategori agak rentan sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan intervensi,” katanya.

Edvidel menjelaskan setiap peserta mengikuti pelatihan selama satu hari dan menerima 150 baglog jamur tiram siap panen untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Menurutnya, bantuan produktif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi pangan bergizi keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....