Tanah Datar Terapkan e-MTQ Pertama Kali, Nilai Peserta Ditampilkan Transparan

  • 23 Jun 2026 15:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - MTQ Nasional ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar mencatat sejarah baru sebagai ajang MTQ pertama di daerah ini yang menerapkan sistem elektronik atau e-MTQ dalam penyelenggaraannya. Sistem ini memungkinkan nilai peserta ditampilkan secara terbuka dan transparan sehingga seluruh pihak dapat memantau hasil penilaian secara langsung.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly menyambut positif keberhasilan penerapan e-MTQ dan berharap inovasi ini terus disempurnakan pada MTQ ke-44 yang akan digelar di Kecamatan Sungai Tarab pada 2028. Menurutnya sistem digital ini menjadi langkah maju yang patut dipertahankan dan dikembangkan lebih jauh.

"Penerapan e-MTQ pada tahun ini telah berjalan sukses dan menjadi pengalaman berharga bagi kita semua. Saya berharap pada MTQ ke-44 nanti akan ada berbagai penyempurnaan," kata Ahmad Fadly.

Ahmad mengatakan digitalisasi penyelenggaraan MTQ menjadi tren yang semakin berkembang di berbagai daerah Indonesia seiring dorongan pemerintah terhadap transformasi digital di semua sektor. Sistem e-MTQ yang berhasil diterapkan Tanah Datar berpotensi menjadi model penyelenggaraan yang dapat diadopsi kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat pada MTQ berikutnya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Tanah Datar Afrizon mengatakan penerapan e-MTQ tahun ini berjalan sukses dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut sistem ini membantu memperlancar administrasi dan pencatatan nilai dari 744 kafilah yang berlaga di 12 venue berbeda.

"MTQ tahun ini diikuti sebanyak 744 kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Kami mencatat Lintau Buo Utara dan Lima Kaum sebagai kecamatan dengan jumlah peserta paling lengkap," ujar Afrizon.

Penerapan teknologi dalam kompetisi keagamaan seperti MTQ tidak hanya meningkatkan akurasi dan transparansi penilaian, tetapi juga mempercepat proses administrasi yang selama ini kerap menjadi kendala dalam penyelenggaraan berskala besar. Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo kini membuktikan bahwa modernisasi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan secara harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....