Harga Cabai Naik, Nilai Tukar Petani Sumbar Mei 2026 Meningkat
- 04 Jun 2026 17:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 meningkat 3,93 persen sebesar 130,73 poin dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan NTP secara umum disebabkan meningkatnya harga jual cabai merah dan bahan dapur rumah tangga.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, peningkatan NTP pada Mei 2026 disebabkan meningkatnya harga hasil produksi petani sebesar 5,17 persen yang lebih besar dibandingkan peningkatan untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi dan penambahan barang modal mencapai 1,20 persen. “Statistik tersebut mengonfirmasi bahwa daya beli dan tingkat kesejahteraan petani di Sumbar sedang meningkat pesat,” katanya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutny, fenomena melambungnya harga jual cabai merah menjadi motor utama di balik situasi ini. “Jika dilihat dari amatan NTP bulan Mei, memang terjadi peningkatan pada subsektor tanaman hortikultura, termasuk cabai merah yang juga turut andil terhadap inflasi bulanan di Sumbar,” ujarnya.
Hasan menambahkan, peningkatan NTP secara umum ini disebabkan peningkatan NTP pada subsektor hortikultura dan subsektor tanaman perkebunan rakyat. Sementara itu subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan dan subsektor perikanan justru mengalami penurunan.
“Sejumlah komoditas utama menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani pada Mei 2026, yaitu karet, kakao, cabai merah dan tomat. Sementara komoditas utama penyumbang kenaikan harga barang yang dikonsumsi, biaya produksi, dan penambahan barang modal adalah cabai merah, bawang merah, tomat sayur, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM),” katanya.
BPS juga melaporkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumbar pada Mei 2026 naik 1,48 persen menjadi 131,20 dibandingkan April 2026 yang sebesar 129,29. Kenaikan IKRT menunjukkan meningkatnya biaya konsumsi rumah tangga petani dan masyarakat perdesaan. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,25 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki yang naik 0,08 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,37, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,67 persen, kesehatan 0,09 persen, transportasi 0,75 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,05 persen dan penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang naik 0,35 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dan kelompok pendidikan relatif tidak mengalami perubahan.
Pada periode yang sama, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumbar pada Mei 2026 juga turut mengalami peningkatan mencapai 4,90 persen atau sebesar 137,36 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Meningkatnya kesejahteraan rumah tangga petani, disebabkan meningkatnya harga pada hasil produksi petani sebesar 5,17 persen yang lebih besar dari peningkatan harga pada penambahan barang modal sebesar 0,26 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....