Desa Maileppet Akan Didaftarkan ke BNPB sebagai Destana Resmi
- 29 Mei 2026 19:03 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana). Hingga tahun 2026, sebanyak 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan dipersiapkan untuk memenuhi standar Destana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sarman Simanungkalit mengatakan, untuk mencapai status Destana, setiap desa harus memenuhi 20 indikator yang terbagi dalam tiga kategori penilaian. “Desa Tangguh Bencana merupakan desa yang masyarakatnya telah teruji dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Minimal desa memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang melibatkan perangkat desa, perempuan, tokoh adat, serta memiliki aturan mitigasi di tingkat desa,” kata Sarman, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sekitar 50 persen jalur mitigasi dan lokasi evakuasi di Mentawai masih belum memadai. Karena itu, BPBD bersama sejumlah lembaga non profit dan NGO kebencanaan terus melakukan intervensi program menuju Destana di berbagai wilayah.
“Sejauh ini, sebanyak 16 desa telah mendapatkan pendampingan menuju Destana, yakni Desa Simalegi, Sikabaluan, Saibi Samukop, Muara Siberut, Pasakiat Taileleu, Katurei, Sioban, Sagulubbeg, Tuapejat, Sipora Jaya, Goisooinan, Betumonga Sipora, Saumanganya, Bosua, Nemnemleleu Sipora, dan Desa Maileppet,” ujarnya.
Sarman menyebut, pada tahun 2026 pihaknya kembali mengintervensi Desa Mara di Kecamatan Sipora Selatan. Selain itu, program serupa juga dilakukan di Desa Sikakap dan Maileppet melalui pelatihan serta penguatan kapasitas masyarakat.
“Khusus Desa Maileppet, pada Juli mendatang akan kami launching sebagai Desa Tangguh Bencana. Hingga tahun 2026 ini, baru Desa Maileppet dari 43 desa yang telah memenuhi kualifikasi Destana,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Desa Maileppet tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan NGO kebencanaan yang selama ini aktif membantu masyarakat setempat. Saat ini desa tersebut tinggal memenuhi dua kategori tambahan, yakni pelatihan lanjutan dan mitigasi struktural berupa pembangunan jalur evakuasi.
“Tahun ini kami akan membangun dua jalur evakuasi di Desa Maileppet. Lokasi jalur dan tempat evakuasinya sudah kami tinjau dan siap dibangun,” katanya. Selain itu, BPBD Mentawai juga akan menyiapkan dukungan logistik sebagai fasilitas bagi Kelompok Siaga Bencana (KSB) di desa tersebut.
Sarman menambahkan, dalam waktu dekat Desa Maileppet akan didaftarkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Destana resmi. Menurutnya, status Destana tidak hanya memberikan manfaat berupa intervensi program mitigasi dan bantuan logistik, tetapi juga membuka peluang memperoleh pendanaan terpusat dari BNPB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....