BKKBN Sumbar Perkuat Program Sekolah Lansia Sambut HLUN 2026
- 29 Mei 2026 10:41 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mendorong peran Program Sekolah Lansia di daerah. Program ini hadir sebagai langkah pemerintah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada lansia.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumbar, Mardalena Wati Yulia di Padang mengatakan, Program Sekolah Lansia diyakini dapat menciptakan ekosistem ramah lansia yang mengedepankan kemandirian fisik dan mental melalui pendekatan 7 dimensi tangguh. “Ketujuh dimensi lansia tangguh dimaksud yakni, pemeriksaan kesehatan berkala, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan, hingga kegiatan luar ruang,” ujarnya.
Lena menjelaskan, menyambut HLUN ke-30 tahun 2026, pemerintah menegaskan lansia harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang laik atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. “Pemerintah daerah harus berkomitmen menjadikan Sekolah Lansia sebagai program unggulan daerah sebagai langkah transformasi dari paradigma lansia sebagai beban keluarga menjadi lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri,” katanya, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, urgensi program Sekolah Lansia mengacu data Pendataan Keluarga (PK2025), bahwa hampir 12 persen penduduk Sumbar saat ini berada di kategori usia lanjut. "Melalui program prioritas Sidaya (Lansia Berdaya), kami bertransformasi dari paradigma lansia sebagai beban keluarga menjadi lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri. Sekolah ini adalah kuncinya," ujar Lena.
Lena menyebut, salah satu implementasi Program Sekolah Lansia di daerah dilakukan di Kecamatan Lubuk Begalung. “Kami berharap ini menjadi pilot project nasional dalam menciptakan ekosistem ramah lansia yang mengedepankan kemandirian fisik dan mental melalui pendekatan 7 dimensi tangguh,” katanya.
Sementara itu, Camat Lubuk Begalung Kota Padang, Ikrar Prakarsa membenarkan, daerahnya menjadi proyek percontohan program Sekolah Lansia di Sumbar. “ Sebanyak 55 wisudawan dan wisudawati lansia termasuk peserta tertua yang telah menginjak usia 89 tahun dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan intensif yang dimulai sejak 25 Mei 2025 hingga 14 Mei 2026 lalu,” ujarnya.
Ikrar mengatakan, meski masuk kategori Lansia, seluruh wisudawan menunjukkan keinginan tinggi untuk menggali informasi dan aktif terlibat selama program berlangsung. “Bahkan, mereka ketika ikut melukis, mereka tidak malu atau segan menunjukkan antusiasme laiknya di sekolah formil atau lebih giat dibandingkan anak sekolah pada umumnya. Meski saat ini hanya 3 kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung yang telah menjalankan, kami berharap kedepan akan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, pada tahun 2025 proporsi penduduk lansia di daerah ini telah mencapai 12 persen. Tercatat Berdasarkan SUPAS 2025, Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase penduduk lansia tertinggi, yaitu 15,93 persen, diikuti oleh Kabupaten Agam 14,61 persen, dan Kota Sawahlunto 13,09 persen. Sebaliknya, persentase penduduk lansia terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 7,99 persen, Kabupaten Pasaman Barat 8,69 persen, dan Kabupaten Dharmasraya 9,32 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....