Pemkab Tanah Datar Latih Penyuluh dan Petani Teknologi Padi Salibu
- 20 Mei 2026 09:07 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Penyuluh pertanian dan petani dari berbagai daerah di Kabupaten Tanah Datar mengikuti sosialisasi dan sekolah lapang teknologi padi salibu di Aula Kantor Bupati, Selasa 19 Mei 2026, untuk memulihkan sektor pertanian pascabencana galodo 2024. Melalui penerapan teknologi sawah pokok murah, pemerintah daerah optimistis ketahanan pangan masyarakat dapat segera pulih kembali.
Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan, Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah agraris dengan mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Namun, bencana galodo dan banjir bandang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan kerusakan lahan dan infrastruktur pertanian hingga gagal panen di sejumlah wilayah.
“Kondisi tersebut berdampak pada penurunan produksi padi di Tanah Datar. Pada tahun 2024 produksi padi di Tanah Datar mencapai sekitar 300 ribu ton, sedangkan pada tahun 2025 turun sekitar 15 persen menjadi 265 ribu ton,” kata Sri Mulyani.
Ia menyebutkan, meskipun produksi padi di Tanah Datar masih dalam kondisi surplus, penurunan tersebut turut mempengaruhi upaya swasembada pangan nasional. Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengupayakan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD).
“Pada tahun 2025, anggaran tersebut telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pertanian Tanah Datar. Anggaran ini dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi serta sekolah lapang penerapan teknologi sawah pokok murah dan padi salibu,” ujarnya.
Program tersebut juga menjadi tindak lanjut dari audiensi Bupati Tanah Datar bersama para pakar pertanian dan Wakil Gubernur Sumatera Barat terkait langkah pemulihan sektor pertanian pascabencana.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi mengatakan, kegiatan sosialisasi dan sekolah lapang tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam menerapkan pola budidaya yang lebih efisien. “Sekitar 80 persen wilayah Kabupaten Tanah Datar merupakan kawasan pertanian. Ini menjadi potensi besar yang harus terus dikembangkan untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....