Investasi Dapur MBG dan Infrastruktur Dongkrak Ekonomi Sumbar
- 06 Mei 2026 12:20 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah ini yang tercatat mencapai 5,02 persen secara tahunan (year on year) pada Triwulan I 2026. Kontribusi salah satu Asta Cita Presiden tersebut tercermin dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring pembangunan infrastruktur penunjang bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin menjelaskan, penambahan jumlah SPPG di daerah ini memberikan dampak positif terhadap PMTB dengan adanya aktivitas kontruksi fisik. “Di dalam triwulan I 2026 ini juga kami mencermati adanya pembangunan fisik SPPG yang cukup dan juga infrastruktur konektivitas lainnya, ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB,” katanya, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain itu, investasi SPPG dicatat sebagai bagian dari belanja modal, baik untuk pembangunan dapur maupun penyediaan peralatan pendukung lainnya. “PMTB ini atau lebih akrab dengan investasi, kami mencatat pada Triwulan I 2026 ini tumbuh 7,64 persen. Ini turut ditunjang dengan adanya percepatan pembangunan fisik akses jalan yang kembali pulih pasca bencana, termasuk investasi di sektor lainnya,” ujar Hasan.
Secara keseluruhan PMTB menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 1,99 persen. “Dari seluruh komponen sumber pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, PMTB mendominasi sumber pertumbuhan ekonomi di Sumbar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram menilai, kehadiran SPPG di daerah ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi lainnya bagi daerah. “Pada 2026 ini sudah ada 404 unit yang sudah beroperasi, sampai akhir tahun 2026 secara berlanjut akan ada 300 SPPG lainnya yang akan beroperasi, berarti ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi bagi Sumbar,” ujarnya.
Menurut Majid, rantai pasok Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal melibatkan petani, peternak, dan kelompok wanita tani yang membangun sistem suplai terintegrasi dan berkelanjutan. “Program ini memberikan multiplier effect. Terutama dapur-dapur membutuhkan sumber pangan seperti telur, ayam yang mendorong kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan harga jual produk petani lokal,” katanya.
Majid menambahkan, geliat investasi pengusaha bersama perbankan kepada sektor SPPG sebagai ekosistem baru sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar. Menurutnya, dengan keberlanjutan program MBG, juga menyokong perluasan lapangan kerja bagi penduduk di usia produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....