Unand dan Kementan Ukur Lahan Sawah di Makalo Dukung Swasembada Pangan
- 30 Apr 2026 00:11 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai melaksanakan sosialisasi sekaligus pengukuran lahan sawah di Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini berfokus pada program optimalisasi lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang ditargetkan mencapai ratusan ribu hektare pada tahun 2026 dengan di Desa Makalo, dilakukan pengukuran lahan sawah seluas 153,67 hektare.
Kepala Desa Makalo, Delti Hardi Sababalat mengatakan, lahan tersebut tersebar di lima dusun, yakni Dusun Talokpulei seluas 38,47 hektare, Dusun Tubeket 37,55 hektare, Dusun Mapopou 38,94 hektare, Dusun Bere 20,35 hektare, dan Dusun Makalo 18,36 hektare. “Total luasan lahan yang diinvestigasi mencapai 153,67 hektare, namun data ini masih belum ditapis dengan data provinsi. Kemungkinan setelah proses desain, luasannya bisa saja berkurang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan pengukuran lahan tersebut dilakukan untuk memastikan keakuratan data dalam mendukung program swasembada pangan, meningkatkan indeks pertanaman dari IP 1 menjadi IP 2 bahkan IP 3, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pengukuran lahan yang akurat juga penting untuk mendukung berbagai aspek administrasi desa, mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, hingga penyelesaian potensi sengketa batas tanah.
“Pengukuran dilakukan oleh petugas yang berkompeten dengan menggunakan alat ukur modern. Serta melibatkan pemilik lahan dan disaksikan tokoh masyarakat setempat,” katanya.
Delti menambahkan, seluruh data hasil pengukuran akan didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik untuk kebutuhan perencanaan ke depan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan data lahan persawahan di Desa Makalo menjadi lebih valid dan mutakhir, sehingga dapat menjadi acuan penting dalam penyusunan program pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian.
Selain itu, Pemerintah Desa Makalo juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan data pertanahan secara berkala guna meminimalisir potensi konflik batas tanah serta memperkuat tata kelola administrasi pertanahan di wilayah tersebut.
Ia juga berharap hasil dari kegiatan ini dapat mempercepat realisasi program cetak sawah baru di Kepulauan Mentawai, sehingga mampu meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Upaya ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....