Agam Ikuti Penanaman Padi Serentak Nasional di 50 Ribu Hektare Lahan
- 30 Apr 2026 20:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar penanaman padi serentak nasional di lahan seluas 50 ribu hektare di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis, 30 April 2026. Bupati Agam, Benni Warlis mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak di 25 provinsi di Indonesia, sebagai upaya nasional memperkuat ketahanan pangan.
Acara tersebut dihadiri secara virtual oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP), Idha Widi Arsanti. Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut membersamai bersama sejumlah kepala daerah dari 25 provinsi lainnya.
Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan, kegiatan tanam padi serentak ini mencakup luasan 50 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan optimalisasi lahan (oplah) 2024–2025 dan program cetak sawah rakyat (CSR) 2025. “Nagari Koto Kaciak dipilih sebagai salah satu lokasi karena merupakan daerah yang terdampak bencana banjir pada tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Ia mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai langkah percepatan untuk meningkatkan produksi pangan, salah satunya melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan memanfaatkan lahan rawa, non-rawa, serta lahan marginal di luar lahan baku sawah menjadi lahan produktif untuk budidaya padi. “Kegiatan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan lahan yang telah dioptimalkan dan dicetak dapat segera dimanfaatkan secara maksimal untuk produksi pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi pada akhir 2025 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di daerahnya, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. “Kerusakan tidak hanya terjadi pada lahan pertanian, tetapi juga pada infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, alat dan mesin pertanian, serta sarana penyuluhan,” katanya.
Mahyeldi menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berupaya melakukan pemulihan sektor pertanian melalui rehabilitasi infrastruktur serta pemberian bantuan kepada petani terdampak. Ia berharap, dengan adanya penanaman padi serentak ini, produktivitas pertanian di Sumatera Barat dapat kembali meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....