Babak Baru Perjuangan Penyintas Bencana di Kayu Pasak
- 29 Apr 2026 14:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Para penyintas bencana di huntara Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia kini berhadapan dengan babak baru perjuangan. Bukan lagi soal bencana alam, melainkan tentang beban biaya hidup yang mulai menghimpit di tengah keterbatasan. Isu tarif listrik yang membumbung tinggi dan ketersediaan air bersih menjadi riak kegelisahan yang menyelimuti keseharian mereka.
Ketika hal itu dikonfirmasikan ke pihak terkait, Dandim 0304/Agam, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso menuturkan, pihaknya tidak tinggal diam. Isu mengenai tarif listrik ini telah masuk dalam meja pembicaraan serius dan dicarikan jalan tengahnya agar tidak semakin membebani pundak para penyintas.
“Bagi warga yang telah kehilangan harta benda, tagihan listrik yang dirasa tidak proporsional menjadi beban tersendiri. Kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi penopang di masa transisi, malah dirasakan sebagai beban tambahan yang mencekik ekonomi warga yang belum pulih benar,” ungkap Dandim 0304/Agam pada Selasa, 28 April 2026.
Namun, kegelisahan itu dijawab dengan langkah koordinasi. Terkait akses air bersih yang sempat dikhawatirkan, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda.
Meski sempat muncul riak keluhan, ketersediaan air bersih bagi warga di Jorong Kayu Pasak sejauh ini masih tergolong terpenuhi secara berkelanjutan.
Terkait Huntara, jelas Dandim 0304/Agam, memang bukan rumah abadi, namun selama langkah kaki warga masih berpijak di sana, jaminan atas hak-hak dasar menjadi napas utama bagi pemulihan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....