MBG Perlu Strategi Rantai Pasok yang Tangguh
- 28 Apr 2026 15:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Menjaga keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam jangka panjang memerlukan strategi rantai pasok yang tangguh. Terkait hal itu, Pengurus Kadin Sumatera Barat, Rahim Mardanis mengingatkan agar distribusi menu tidak diseragamkan dalam satu daerah demi mencegah lonjakan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi di tingkat lokal.
Keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada kemampuan pasar menyerap permintaan bahan pangan secara stabil. Rahim Mardanis menyatakan, jika seluruh sekolah di sebuah wilayah menggunakan menu yang sama pada hari yang sama, misalnya mewajibkan daging ayam secara serentak, akan terjadi tekanan besar pada stok komoditas tersebut.
Sebagai solusinya, Kadin Sumatera Barat mendorong adanya variasi menu berbasis potensi wilayah. Jika satu kecamatan mendistribusikan menu berbasis ikan, kecamatan lain bisa menggunakan protein telur atau daging.
“Diversifikasi ini akan membuat serapan hasil tani dan ternak masyarakat lokal menjadi lebih merata dan berkelanjutan,” urainya Senin, 27 April 2026.
Rahim menekankan, pentingnya penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir. Pelibatan UMKM dan koperasi tani lokal sebagai penyedia bahan baku utama akan memperpendek jalur distribusi, menekan biaya logistik, sekaligus memastikan kesegaran bahan pangan yang diterima.
Dengan strategi menu yang bervariasi dan rantai pasok yang terintegrasi, program MBG diharapkan tidak hanya memperbaiki gizi generasi mendatang, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat tanpa mengganggu stabilitas harga pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....