Kepala BGN Dadan Sebut Telah Dirikan 27 Ribu SPPG Kurun Setahun

  • 22 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah memiliki sebanyak 27 ribu lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun empat bulan. Hal tersebut disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana di sela pelantikan pengurus Gapembi Wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Rabu, 22 April 2026.

"Hanya dalam kurun waktu satu tahun empat bulan kami berhasil mendirikan 27 ribu SPPG yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah upaya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Dadan mengungkapkan, saat ini BGN memiliki 27 ribu kepala SPPG, 27 ribu ahli gizi, 27 ribu akuntan. "Bahkan, sebanyak 1,1 juta relawan penggerak dapur MBG siap menyukseskan salah satu AstaCita Presiden Prabowo Subianto tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus di Sumbar, BGN mencatat terdapat 404 SPPG yang beroperasi dan 70 diantaranya berada di Kota Padang. "Dengan jumlah itu, setidaknya terdapat Rp400 miliar uang yang berputar di Ranah Minang untuk memenuhi kebutuhan MBG ini" kata Dadan.

Ia merinci, dari uang yang masuk ke virtual account di setiap SPPG tersebut, 70 persennya digunakan untuk membeli bahan baku pangan lokal. Sementara itu, 20 persennya untuk gaji karyawan yang berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,5 juta. serta 10 persen untuk insentif pelaksana program.

Dadan menyampaikan MBG yang digaungkan Presiden Prabowo tidak hanya bertujuan melahirkan dan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan sehat, namun juga berdampak langsung terhadap berbagai sektor, seperti pertanian hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"95 persen bahan-bahan MBG berasal dari pertanian. Artinya, kebijakan ini berdampak langsung kepada petani, peternak, nelayan, dan sektor lainnya sebagai produsen utama dan pemasok ke dapur-dapur SPPG," ujar Dadan.

Dadan menambahkan, berdasarkan laporan dari beberapa daerah dimana program MBG berjalan, terjadi penurunan signifikan terhadap angka kemiskinan. "Hal ini menandakan kehadiran SPPG didaerah, mulai dirasakan manfaatnya bagi peluang lapangan pekerjaan,".

Dadan menyebut Program MBG juga berdampak positif terhadap angka gini ratio di Sumbar. "Saya mendapat laporan masyarakat juga bersemangat untuk bertani, menanam, memelihara ternak, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan di Padang dan Sumatra Barat juga demikian," ujar Dadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....