KDMP Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Pascabencana Hidrometeorologi

  • 21 Jan 2026 13:35 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kerusakan dan kerugian ekonomi dalam skala besar akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar diperkirakan hampir mencapai Rp33,5 triliun. Hal ini berdampak kepada semua sektor termasuk UMKM, pertanian dan perkebunan, serta perikanan.

Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Padang, Dr. Alpon Satrianto mengatakan, upaya memulihkan perekonomian korban yang terdampak bencana, dapat melalaui pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih (KMDP). Dalam program prioritas Presiden dimaksud, anggota KDMP dapat memperoleh bantuan permodalan melalui kredit murah dengan bunga rendah.

“Sebenarnya koperasi ini adalah salah satu wadah saja, agar masyarakat bisa dapat kredit murah. Cuma penekanannya adalah bagaimana pemerintah membantu masyarakat, seperti modal kerja, restruktur rekreasi kredit, kredit yang murah, perlindungan terhadap sektor informal, pendampingan dan lain sebagainya,” ucap Alpon, Rabu, 21 Januari 2026

Sementara itu, salah satu warga pesisir di Kota Padang, Nur berharap adanya bantuan dalam mendukung pemulihan perekonomian. Terutama bagi warga yang mata pencariannya terganggu, akibat kerusakan banjir bandang yang melanda Kota Padang November 2025 yang lalu.

“Saya berharap pemerataan bantuan dari pemerintah. Kami juga terdampak, tidak bisa melaut bahkan tidak bisa berjualan, sehingga butuh dibantu bangkit,” ucapnya.

Sebagai informasi, dari sisi dampak ekonomi, sektor pertanian dan perkebunan menjadi yang paling terdampak dengan kontribusi mencapai 51,5 persen. Selanjutnya, dampak juga dirasakan pada sektor peternakan sebesar 5,5 persen, perikanan 13,9 persen, perdagangan 12,9 persen, perindustrian 0,3 persen, pariwisata 5,9 persen, serta koperasi dan UMKM sebesar 10,5 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....