Polda Sumbar Waspadai Lonjakan Arus Balik Lebaran Gelombang Kedua
- 27 Mar 2026 22:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua terjadi pada Sabtu 28 hingga 29 Maret 2026. Masyarakat diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan selama perjalanan kembali ke daerah asal.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq kepada RRI mengatakan, lonjakan volume kendaraan diperkirakan kembali terjadi di wilayah ini. Peningkatan arus lalu lintas terutama terjadi di daerah perbatasan wilayah Sumatera Barat.
Reza mengingatkan, pengemudi untuk memastikan kesiapan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan kendaraan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi mesin, sistem pengereman, ban, hingga kelengkapan fitur keselamatan.
Selain itu kata Reza, kelengkapan dokumen juga wajib diperhatikan, baik dokumen kendaraan seperti STNK, maupun dokumen pribadi seperti SIM dan KTP. Kesiapan fisik dan mental pengemudi juga menjadi faktor penting, sehingga pengemudi diimbau dalam kondisi sehat dan tidak memaksakan diri saat kelelahan.
Reza juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, marka jalan, serta arahan petugas di lapangan untuk mencegah kecelakaan. Adapun lokasi rawan kecelakaan yang menjadi perhatian khusus di antaranya kawasan Panyalaian Kota Padang Panjang, Sitinjau Lauik Kota Padang serta Lembah Anai Kabupaten Tanah Datar.
"Jadi kepada seluruh masyarakat, pada saat akan berkendara, akan mengemudi, pastikan kesiapan kendaraannya. Tolong dicek kesiapan kendaraannya, kesehatan kendaraannya. Dari pengemudinya, baik fisik secara jasmani maupun rohaninya, juga harus siap. Kita antisipasinya pastinya menurunkan personil. Yang paling penting adalah jangan lupa berdoa kepada Allah SWT untuk selalu dalam perlindungan darinya," ucapnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Reza menambahkan, untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi kecelakaan, pihaknya tetap menyiagakan petugas di lapangan, meskipun Operasi Ketupat Singgalang 2026 telah berakhir pada 25 Maret lalu. Upaya ini dilakukan, demi memastikan puncak arus balik gelombang dua berjalan aman, tertib dan lancar di wilayah hukum Sumatera Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....