Angkutan Kargo Mudik Lebaran Bandara BIM Sumbar Menurun
- 26 Mar 2026 16:02 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Arus balik Lebaran 2026 mulai mendorong lonjakan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat (Sumbar). Hingga memasuki masa puncak angkutan Lebaran, total terdapat 11.452 pergerakan penumpang, dengan 5.238 penumpang yang datang dan 6.214 penumpang berangkat dalam kurun 13–25 Maret 2026.
Tercatat, frekuensi penerbangan yang mencapai 66 pergerakan pesawat per harinya, baik kedatangan maupun keberangkatan. Sementara itu, angkutan kargo selama periode angkutan Lebaran dimaksud tercatat sebanyak 112 ton.
Airport Operation, Services & Security PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Erwin Adiyasha mengatakan, tren kenaikan penumpang tahun ini dipengaruhi bertambahnya maskapai yang beroperasi. “Saat ini arus balik sudah mulai ramai, meski sempat mengalami penurunan pada hari pertama kembali bekerja pada sebagian layanan pemerintahan. Namun, kami memprediksi lonjakan arus balik terjadi di akhir pekan ini, dengan kami sudah menyiapkan extra flight,” katanya.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, keterisian kursi (Load Factor) pesawat dari maskapai yang beroperasi di BIM sebesar 95 persen untuk keterisian kedatangan. Sementara untuk keterisian bangku penumpang berangkat sebesar 71 persen.
Erwin menjelaskan, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan. “Tahun lalu, tercatat 74 penerbangan, maka terjadi penurunan pergerakan pesawat sebesar 10,8 persen hingga saat ini. Hal ini juga berlaku pada volume kargo yang juga menurun sebesar 13,6 persen dari sebelumnya 130 ton,” ujarnya.
Menurutnya, kargo yang masuk ke Sumbar didominasi barang belanja daring yang dibeli oleh masyarakat melalui berbagai kanal belanja online. Penurunan angkutan kargo tersebut mengindikasikan sebagian besar penumpang memilih menggunakan layanan kargo darat atau laut, serta berkurangnya belanja oleh masyarakat yang terdampak bencana.
Erwin menambahkan, banyak akses darat seperti told an angkutan laut dengan biaya yang lebih terjangkau menjadi pilihan bagi masyarakat yang akan membawa barang bawaannya kembali ke daerah domisili. “Kami membaca adanya tren pergerakan penumpang yang sedikit diantaranya memilih menggunakan jalur darat, seperti tol dan mudah diakses pemudik yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi ataupun bus Antar Kota Antar Provinsi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....