Libur Lebaran Berakhir, Pergerakan Penerbangan BIM Melandai
- 26 Mar 2026 20:35 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang -Pergerakan penerbangan pada masa puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami penurunan, Rabu 25 Maret 2026. Dibanding periode sama tahun lalu, terjadi penurunan pergerakan pesawat mencapai 10,8 persen.
Airport Operation, Services & Security PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Erwin Adiyasha mengatakan, penurunan tersebut mengindikasikan sebagian besar pemudik telah kembali ke domisilinya yang dibarengi dengan kembali normalnya aktivitas pemerintahan di sejumlah daerah di tanah air. “Pada tanggal 25 Maret 2026, terdapat 66 pergerakan pesawat yang terdiri dari 33 penerbangan datang dan jumlah yang sama untuk penerbangan berangkat,” katanya, Kamis, 26 Maret 2026.
Erwin menjelaskan, untuk jumlah pergerakan penumpang pada arus balik lebaran pada periode dimaksud, terdapat 11.452 orang. Rinciannya, sebanyak 5.238 penumpang yang datang dan 6.214 penumpang yang berangkat meninggalkan Sumatera Barat pintu keberangkatan BIM.
Ewin mengungkapkan, selama dimulainya periode angkutan Lebaran 2026 pada 13 maret 2026, keterisian kursi pesawat kedatangan dari maskapai yang beroperasi di BIM sebesar 95 persen, sementara untuk kursi keberangkatan tercatat sebesar 71 persen. “Sementara sejak dimulainya periode puncak arus balik pada Senin 23 Maret lalu hingga kemarin, terdapat sebanyak 179 penerbangan domestik dan sebanyak 33 penerbangan internasional dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia,” ujarnya.
Sementara itu, puncak arus balik angkutan Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada, Minggu 29 Maret 2026 mendatang. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya telah menyiagakan penerbangan ekstra hingga 33 penerbangan dalam seharinya.
“Sejak periode angkutan lebaran, kami telah menyediakan sebanyak 180 ekstra flight, baik untuk penerbangan yang datang maupun berangkat. Kami berharap dengan adanya penerbangan tambahan ini dapat mengakomodir pergerakan, khususnya pada arus balik angkutan lebaran tahun ini,” kata Erwin.
Erwin mengimbau kepada calon penumpang yang membawa kendaraan memastikan saldo e-money mencukupi untuk melakukan pembayaran tiket parkir BIM. Hal dimaksud agar tidak terjadi hambatan dan penumpukan pada pintu masuk bandara akibat kurangnya saldo pada e-money pengendara
“Karena kami sudah menerapkan cashless, artinya tidak ada pembayaran tunai. Kami berharap calon penumpang yang membawa kendaraannya memastikan saldo e-money-nya mencukupi untuk melakukan transaksi pada pintu parkir bandara, sehingga arus kendaraan pada pintu masuk bandara tetap lancar,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....