Bus AKDP Makin Tergeser oleh Kereta Api denganTarif Bersubsidi
- 26 Mar 2026 18:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, PADANG - Gemerlap mudik Idulfitri 1447 H nyatanya tak menyentuh semua lini transportasi di Sumatera Barat. Para pengusaha dan sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) justeru harus menelan pil pahit.
Operasional kereta api perintis dan lokal di Sumatera Barat, seperti KA Sibinuang atau KA Minangkabau Ekspres menawarkan harga tiket yang nyaris tak masuk akal bagi pengusaha bus. Dengan tarif harga miring hasil kucuran subsidi pemerintah, masyarakat berbondong-bondong pindah ke jalur rel, sebagaimana diungkapkan supir PO Alisma rute perjalanan Padang- Pariaman, Bagindo Ali Asyar.
“Bagi warga, ini adalah efisiensi, namun bagi ekosistem bus AKDP ini adalah lonceng kematian. Selisih harga yang terpaut jauh menyebabkan bus AKDP kehilangan daya tawar. Persaingan tidak lagi berjalan di atas lapangan yang rata,” ujarnya Kamis, 26 Maret 2026.
Pemandangan kontras terlihat dari H+1 hingga H+5 Idulfitri tahun ini. Stasiun kereta api di Padang umumnya dipadati antrean panjang calon penumpang yang berebut tiket murah. Sebaliknya, pangkalan bus AKDP arah Pariaman, Padang Panjang hingga Bukittinggi justeru tampak lengang.
Deretan bus hanya terparkir lesu. Sopir-sopir menghabiskan waktu dengan merokok di depan kemudi tanpa kepastian penumpang. Libur Lebaran yang seharusnya menjadi panen raya tahunan, kini jelas Ali hanya menyisakan bangku-bangku kosong yang berdebu.
Pada satu sisi, ketajaman efisiensi kereta api memang sebuah kemajuan, namun jika dibayar dengan matinya sektor transportasi darat lainnya, ada harga sosial yang sangat mahal yang harus ditanggung oleh para pekerja di jalan raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....