One Way Padang–Bukittinggi Resmi Diberlakukan, Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran
- 19 Mar 2026 15:07 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang– Sistem satu arah atau one way di jalur Padang–Bukittinggi resmi diberlakukan. Kebijakan ini diterapkan dari tanggal 19 hingga 20 Maret dan dilanjutkan pada tanggal 22 hingga 24 Maret 2026.
Sistem satu arah dimulai dengan arus dari Padang menuju Bukittinggi pada pukul 10:00 hingga 14:00 WIB. Selanjutnya, arus berbalik dari Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, setelah itu jalur kembali dibuka normal dua arah setelah pukul 18.00 WIB.
Kasat Lantas Polres Padang Panajng, AKP Pifzen Finot mengatakan pada hari pertama pelaksanaan sistem satu arah, arus kendaraan terpantau meningkat, terutama dari arah Padang menuju Bukittinggi. Ia juga mengatakan menyiapkan puluhan personel untuk mendukung kelancaran sistem satu arah tersebut.
"Titik penyekatan awal dan akhir berada di Exit Tol Padang–Sicincin di Kayu Tanam dan Simpang Padang di Silaing Atas, Padang Panjang," ujar AKP Pifzen, Kamis 19 Maret 2026.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengambil langkah antisipatif bagi pengendara yang terlanjur memasuki jalur saat sistem satu arah diberlakukan. Pengendara tersebut diarahkan ke titik aman untuk menunggu hingga arus kembali dibuka.
“Bagi masyarakat yang sudah terlanjur ke bawah, sudah kita kantongkan. Kita akan membantu mencari tempat parkir, menunggu sampai dengan arus dibuka, baik itu dari arah Padang maupun dari arah Bukittinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan, Perkeretaapian dan Pengembangan (APP) Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Momon, sebelumnya menyampaikan bahwa kebijakan one way ini juga berlaku pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran. “Waktu pelaksananya di dua hari sebelum lebaran dan tiga hari setelah lebaran. Harapannya hal ini dapat diperhatikan oleh pemudik dan masyarakat untuk bisa mengatur waktunya kapan akan melintas,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalur Padang–Bukittinggi dipilih karena menjadi salah satu lintasan dengan volume kendaraan tertinggi selama periode Lebaran, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....