Cara Melepaskan Emosi dari Tubuh

  • 27 Agt 2024 09:53 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Emosi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan reaksi perasaan atau keadaan mental yang intens, seperti bahagia, sedih, marah, atau cemas. Emosi bisa mempengaruhi cara kita berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain.

Kita sering diajarkan untuk mengubur rasa sakit dan terus berjuang. Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan emosi yang tertekan, yang juga dikenal sebagai penghindaran bawah sadar.

Dilansir dari healthline.com menurut penelitian dari tahun 2019 menemukan hubungan antara represi emosional dan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Emosi tersebut harus dilepaskan agar fungsi kekebalan tubuh tidak menurun

Berikut adalah beberapa cara untuk melepaskan emosi yang tertekan :

1. Mengakui perasaan kita

Semakin kita memahami dunia emosional kita sendiri, kita semakin dapat mencerna perasaan dengan cara yang sehat.

Caranya adalah kita harus terhubung dengan emosi dan memahami emosi tersebut. Orang dengan emosi yang tertekan mungkin mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi perasaan mereka, oleh karena itu akan sangat bermanfaat untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental.

Kita dapat melakukan ini dengan menggunakan alat psikologis, seperti kategori distorsi kognitif, atau dengan mengeksplorasi cara-cara untuk mengkategorikan emosi kita untuk membantu memahaminya.

2. Mengatasi trauma masa lalu

Trauma masa kecil yang tidak terselesaikan dapat muncul dalam banyak cara, termasuk menyalahkan diri sendiri, melemparkan kesalahan, merasa tertekan dan menarik diri dari kegiatan sosial. Untuk mengatasi trauma, sangat penting untuk merasakan kesedihan tentang fakta bahwa kita mungkin tidak pernah mendapatkan apa yang kita inginkan.

Setelah kita membiarkan diri merasakan kesedihan tersebut, kita dapat mengakui strategi adaptif yang kita kembangkan sebagai hasilnya. Sebagai contoh, kita mungkin telah mengembangkan strategi koping untuk menjadi mandiri yang pada akhirnya menghasilkan perasaan terisolasi.

Selain itu kita juga dapat mencari dukungan sosial yakni berbicara dengan teman dekat, keluarga atau kelompok yang dapat memberikan rasa keterhubungan dan dukungan emosional.

3. Pekerjaan bayangan

Mirip dengan mengeksplorasi trauma masa kecil, shadow work atau pekerjaan bayangan menawarkan lensa lain untuk mengeksplorasi berbagai bagian dari diri kita yang kita sembunyikan. Orang cenderung menyembunyikan bagian dari diri mereka yang mereka yakini tidak dapat diterima.

Beberapa langkah untuk menggunakan pekerjaan bayangan dalam melepaskan emosi diantaranya adalah dengan cara reflesi diri dengan meluangkan waktu untuk merenungkan emosi, menulis jurnal, dan lain-lain.

4. Gerakan yang disengaja

Pengalaman somatik merupakan salah satu cara untuk mengatasi emosi yang tidak diproses dan mungkin masih ada di dalam tubuh kita. Salah satu cara untuk melakukannya adalah melalui gerakan yang disengaja.

Ketika kita dengan sengaja bergerak, kita dapat menciptakan rasa aman dalam tubuh yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Hal ini terutama bagi individu yang memiliki trauma yang tersimpan.

Contoh gerakan yang disengaja meliputi:

- menari

- peregangan

- yoga

- gemetar

- seni bela diri

- jalan meditasi

- latihan pernapasan perut

Gerakan yang disengaja akan melepaskan energi yang tersimpan sekaligus membantu otak mengenali perbedaan antara ketegangan dan relaksasi.

5. Berlatih berdiam diri

Berlatih berdiam diri atau meditasi untuk melepaskan emosi melibatkan teknik-teknik yang membantu kita tetap tenang dan menyadari perasaan tanpa terjebak di dalamnya. Berdiam diri memungkinkan kita untuk berada dengan pikiran dan perasaan kita dalam kondisi saat ini.

Beberapa cara untuk melatih keheningan atau berdiam diri adalah:

- meditasi

- latihan pernapasan

- duduk di alam terbuka

- mendengarkan musik yang menenangkan

- mengulangi afirmasi

- relaksasi otot progresif

Intinya ketika sebuah emosi tidak sepenuhnya diproses, emosi tersebut dapat menjadi terjebak di dalam tubuh. Dengan menggunakan teknik-teknik untuk mengatasi emosi, kita dapat belajar untuk melepaskan emosi kita sendiri agar lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....