Menelusuri Sejarah Hari Lahir Pancasila
- 01 Jun 2024 09:37 WIB
- Padang
KBRN, Padang : Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tahunnya pada 1 Juni di Indonesia. Hari tersebut menjadi peringatan penting untuk menghormati dan mengenang lahirnya Pancasila, yang merupakan dasar negara Republik Indonesia.
Hari Lahir Pancasila menjadi momen untuk mengenang, menghargai, dan menghormati para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diimplementasikan melalui sikap saling menghargai, menghormati, dan saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekilas sejarah lahirnya hari Pancasila, pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia / BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945.
Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka. Dalam sidang kedua BPUPKI, Ir. Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945.
Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.
Dalam pidatonya, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”. Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan yang terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukaddimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.
Mengutip laman resmi Badang Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2024 mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Hal ini tertera dalam Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024.
Tema ini bermaksud bahwa Pancasila menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat. Dengan mengusung tema ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat berkontribusi dan bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita tersebut, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memajukan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....