Mengingat Peristiwa Bandung Lautan Api 24 Maret
- 24 Mar 2024 07:27 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Tanggal 24 Maret setiap tahunnya merupakan Hari Peringatan Bandung Lautan Api. Hal tersebut diperingati karena Bandung Lautan Api merupakan peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Bandung pada 23 Maret 1946 yang sekaligus menjadi bagian penting perlawanan rakyat Bandung terhadap Belanda.
Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, saat itu tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara memberikan ultimatum pada tanggal agar Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota. Pengosongan wilayah diminta segera dilakukan paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946.
Tuntutan itupun disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, namun mereka memiliki siasat lain. Rakyat diinstruksikan untuk mengungsi dengan membawa barang seadanya. Sebagian mengatur perjalanan ke pengungsian dan sebagian menyelamatkan dokumen penting.
TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Namun, pada malam harinya, sebagian dari mereka mulai membakar hingga meledakkan gedung-gedung penting di Bandung agar tidak bisa digunakan Sekutu.
Pembakaran tersebut diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun yang sekarang menjadi BRI Tower. Bersamaan dengan hal itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai “upacara” pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung.
Salah satu pejuang militer Muhammad Toha juga meledakkan gedung mesiu dan gugur di dalamnya. Pada tengah malam 24 Maret 1946 Bandung pun sepenuhnya terbakar dan menyisakan lautan Api. Peristiwa itulah yang dikenang sebagai Bandung Lautan Api.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....