Ceramah Subuh: Menjadi Hamba yang Dirindukan Surga
- 14 Mar 2026 07:32 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Masjid Jamik Baiturrahim Gampong (Desa) Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan cermah subuh pada Ramadan Ke-23 tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah. Ceramah diisi oleh Tgk. Syahril Darul Khair dengan judul “Menjadi Hamba yang Dirindukan Surga”.
Diawal ceramah Tgk Syahril menyampaikan puji dan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT pencipta tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi yang agung, berkuasa mutlak, dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Penciptaan berlapis-lapis ini menunjukkan kesempurnaan ciptaan-Nya tanpa cacat, teratur, dan tidak bertiang.
Tgk Syahril juga menyampaikan shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya.
“Meskipun Allah memberikan nikmat umum (seperti kehidupan dan rezeki) kepada seluruh makhluk, nikmat khusus berupa hidayah untuk beriman hanya diberikan kepada mereka yang dikehendaki Allah” kata Tgk Syahril.
Iman tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan nasab atau usaha manusia, melainkan merupakan karunia dan hidayah dari Allah SWT. Nikmat iman dan Islam dianggap sebagai nikmat tertinggi dan terbesar, melebihi nikmat harta atau kesehatan, karena menjadi kunci keselamatan di dunia dan akhirat.
“Karena tidak semua insan mendapatkannya, bagi mereka yang dianugerahi nikmat iman dan Islam, diwajibkan untuk menjaganya dengan bersyukur dan beribadah agar tetap istiqamah. Oleh karena itu, keberadaan hidayah dalam hati adalah alasan utama bagi umat Muslim untuk terus bersyukur” jelas Tgk Syahril.
Terjadi fenomena kesibukan duniawi seperti menyiapkan pakaian baru, kue lebaran, hingga mudik di sepuluh hari terakhir Ramadan memang sering terjadi. Hal ini sering kali membuat fokus ibadah seperti i'tikaf, membaca Al-Qur'an, dan shalat malam menurun justru di saat keutamaannya paling tinggi.
Berdasarkan riwayat yang sering dikutip dalam kitab-kitab nasihat (sering dikaitkan dengan hadits yang diriwatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi), surga merindukan empat golongan manusia” ungkap Tgk Syahril.
Yang pertma adalah orang yang membaca Al-Qur'an (Taliil Qur'an), mempelajari, dan merenungkan isi Al-Qur'an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua ialah orang yang menjaga Lisan (Hafizhul Lisan), berhati-hati dalam berucap, menghindari ghibah (menggunjing), dusta, adu domba, dan perkataan yang menyakiti orang lain.
Ketiga orang yang memberi makan oang kelaparan (It'hamut Tha'am), mereka yang dermawan, suka bersedekah, dan membantu orang-orang yang kekurangan atau kelaparan.
Dan yang ke empat ialah orang yang berpuasa di bulan Ramadhan (Shaimu Ramadhan), mereka yang menjalankan puasa Ramadhan dengan iman, mengharap rida Allah, serta menjaga puasanya dari hal-hal yang membatalkan pahala.
“Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi mereka yang mengamalkan keempat kriteria tersebut untuk mendapatkan kerinduan dari surga” kata Tgk Syahril.
Tgk Syahril juga menyampaikan hakikat orang yang mampu menjaga lisan adalah cerminan dari kesempurnaan iman, ketakwaan, dan keluhuran akhlak, di mana seseorang lebih memilih diam atau berbicara kebaikan daripada menyakiti orang lain. Ini adalah bentuk kontrol diri tertinggi untuk menghindari dosa seperti ghibah, fitnah, dan kebohongan, serta kunci keselamatan dunia-akhirat.
Tanda Iman yang Sesungguhnya, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam".
Keselamatan dan kemuliaan, ialah menjaga lisan adalah kunci untuk selamat dari fitnah, pertikaian, dan dosa-dosa yang merusak hubungan antarmanusia, sementara wujud ketakwaan, ialah orang yang mampu menjaga lisan akan berhati-hati dalam berucap, memikirkan manfaat dan mudarat sebelum berbicara, serta menghindari perkataan keji.
Menjaga hati dan kehormatan, adalah lisan yang terjaga dapat menyinari hati, meningkatkan kecerdasan, dan menjaga diri dari sifat sombong atau ujub, sebab hal itu menjadi penyelamat di akhirat, kemampuan menahan lisan dari hal yang murka Allah dijamin dengan surga.
Prinsip dasar menjaga lisan (Berdasarkan Panduan Islam) ialah berbicara hanya yang benar dan bermanfaat, diam jika tidak bisa berkata baik, menghindari ghibah (menggunjing), fitnah, dusta, dan adu domba, tidak mencela atau mengeluarkan kata-kata kasar, dan menggunakan lisan untuk berzikir dan mendoakan kebaikan.
Diakhir ceramah Tgk Syahril menyampaikan, dengan memperbaiki diri dan istiqamah dalam ibadah-ibadah di atas, kita berkesempatan menjadi bagian dari hamba yang dirindukan oleh surga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....