Ceramah Subuh: Mensyukuri Ketetapan dari Allah SWT

  • 25 Feb 2026 16:14 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Masjid Jamik Baiturrahim Gampong (Desa) Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan cermah subuh pada Ramadan Ke-7 tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah. Tausiah diisi oleh Tgk. Muhammad Mahis, dengan judul “Mensyukuri Ketetapan yang di Takdirkan Oleh Allah SWT”.

Tgk Mahis mengawali ceramah dengan puji syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan, sehingga kembali dipertemukan dibulan Ramadan, bulan dimana dilipatgandakan pahala, bulan barokah penuh dengan pengampunan dosa.

Tidak sedikit saudara-saudara kita tidak dapat melaksanakan ibadah puasa dikarnakan dicabutnya nikmat, baik dikaranakan kondisi sakit maupun mereka yang lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT” kata Tgk Mahis dimimbar Masjid Baiturrahim.

Tgk Mahis diawal cermah juga menyampaikan shalawat kepada baginda alam Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat, begitu juga kepada ulama Mutaqaddimin dan ulama muta’akhirin yang muktabar.

Dalam suatu hadist Nabi pada kitab Nashaihul 'Ibad (نصائح العباد), yang merupakan karya dari Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani. Dalam kitab tersebut dituliskan Rasulullah bersabda, yang artinya "Barangsiapa di pagi hari mengeluhkan kekurangan nafkah, maka seolah-olah ia mengeluhkan Tuhannya. Barangsiapa di pagi hari mengeluhkan musibah yang menimpanya, maka seolah-olah ia mengeluhkan Tuhannya. Dan barangsiapa di pagi hari bersedih karena (urusan) dunia, maka sesungguhnya ia di pagi hari dalam keadaan murka kepada Allah."

“Apapun persoalan yang dialami oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, mengadulah kepada Allah SWT, karna hanya kepada-Nya tempat kita bersandar, bukan karna Allah tidak mengetahui keadaan kita, namun selaku hamba, tentunya Allah SWT maha memberi solusi” jelas tgk Mahis.

Banyak dintara kita mengalami persoalan dan permasalahan, baik dari segi harta, keluarga, anak, istri maupun cobaan dan ujian yang tidak lain semuanya merupakan sesuatu yang datang dari Allah SWT, artinya persoalan tersebut tidaklah diungkapkan atau curhat kepada manusia, melainkan mengadulah kepada Allah SWT.

“Oleh karnanya tidaklayak seorang manusia mengeluhkan apa yang sudah ditetapkan oleh SWT, apapun yang kita dialami dalam kehidupan tebtulah sudah tertulis di Lauhul Mahfuz (lembaran yang terjaga), baik tentang rezeki kita, tentang umur kita maupun tentang segala sesuatu yang kita alami dalam hidup didunia ini” kata Tgk Mahis.

Rasulullah dalam sutu waktu mengajarkan kepada para sahabat, suatu doa yang pernah dibacakan Nabi Musa saat dikejar oleh Fir’aun berbunyi Allâhumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka, wa antal musta'ân, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil adzîmi.

Artinya: "Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang Maha Agung".

“Oleh karnanya sesuatu yang kita alami dalam kehidupan ini merupakan takdir dari Allah SWT, maka mintalah dan mengadulah kepada-Nya atas apa yang kita alami, karna belum tentu sesuatu itu baik atau buruk menurut kita, padahal ada hal yang lebih baik lagi yang ditetapkan oleh Allah SWT kepada kita” ungkap Tgk Mahis.

Diakhir ceramah Tgk Mahis berpesan, agar momentum dibulan Ramadan ini bersama-sama memperbanyak doa kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, sehingga menjadi bekal kelak untuk bisa masuk kedalam syurganya Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....