Ceramah Subuh H Abrar Zym: Ramadan Merupakan Bulan Penuh Berkah

  • 26 Feb 2026 16:07 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Masjid Jamik Baiturrahim Gampong (Desa) Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan cermah subuh pada Ramadan Ke-8 tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah. Tausiah diisi oleh H. Abrar Zym, S.Ag., M.H., dengan judul “Ramadan Merupakan Bulan Penuh Berkah”.

Ustadz Abrar Zym diawal ceramah menyampaikan puji dan syukur atas diberikannya umur panjang oleh Allah SWT, sehingga dipertemukan kembali di Ramadan tahun ini, Abrar Zym juga tidak lupa bershalawat “Allahumma saidina Muhammad”, ditujukan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat dan keluarga beliau.

“Sambil memperpanjang iktikaf, mari kita mengkaji ulang tentang keberkahan, bulan Ramadan ini adalah bulan penuh berkah, menurut Ibnu Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim, berkah (barokah) bermakna kebaikan yang banyak dan abadi” kata Ustadz Abrar Zym dimimbar Masjid Baiturrahim.

Secara lebih rinci, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa berkah memiliki dua arti utama, yang pertama ialah tumbuh, berkembang, atau bertambah (an-nama' wa az-ziyadah). Kedua kebaikan yang berkesinambungan/langgeng (al-khair al-mutashil atau al-katsir al-mutashil).

“Keberkahan ini mencakup berbagai aspek, baik material maupun spiritual, seperti bertambahnya ketaatan, ilmu, harta, kesehatan, dan usia yang bermanfaat” jelas Ustadz Abrar Zym.

Para ulama menjelaskan berkah itu, sesuatu yang melimpah, sementara itu, Imam Ibnu Rajab al-Hanbali memberikan makna keberkahan khususnya yang tercantum dalam kitab Jami'ul Ulum wal Hikam, keberkahan (barakah) ialah sering dikaitkan dengan bertambahnya kebaikan dan ketaatan kepada Allah.

Makna keberkahan menurut Ibnu Rajab al-Hanbali dan pandangan umum yang didukung oleh pemikiran beliau, bahwa Ilmu yang berkah (bermanfaat), Ibnu Rajab menekankan bahwa ilmu yang berkah bukanlah sekadar hafalan, melainkan ilmu yang mengantarkan pelakunya kepada amal shalih dan lebih mengenal Allah.

Kemudian ketaatan juga merupakan berkah, sebab ketika Allah menjadikan seorang hamba sibuk dalam ketaatan dan memberikan kemudahan untuk beramal shalih (tanda ziyadatul khair/bertambahnya kebaikan).

Berikutnya keberkahan dalam penyucian jiwa, dimana keberkahan sebagai momentum untuk bertaubat, menyucikan jiwa, dan mempersiapkan diri menuju Ramadan dengan amal yang melimpah.

Seterusnya syukur sebagai berkah terbesar, bahwa kemampuan untuk bersyukur atas nikmat Allah adalah salah satu bentuk keberkahan terbesar yang diberikan kepada seorang hamba, “bagi Ibnu Rajab al-Hanbali, keberkahan bukan hanya soal kuantitas yang banyak, melainkan kualitas yang membawa kedekatan kepada Allah dan amal shalih.” kata Ustadz Abrar Zym.

Ramadan bulan penuh ketaatan, bulan penuh keberkahan, bulan dilipatgandakan pahala, bulan diampuni dosa, keesemua keistimewaan tersebut tidak didapatkan dibulan yang lain, potongan dari hadits populer tentang keutamaan puasa Ramadhan, yaitu:

"Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih" artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

“Hadits ini merupakan motivasi besar bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas dan penuh keimanan, agar mendapatkan ampunan atas dosa-dosa masa lalu” ungkap Ustadz Abrar Zym.

Makna Ramadan ialah dibebaskan dari api neraka adalah janji Allah untuk menghapus dosa dan menyelamatkan hamba-Nya yang berpuasa dengan iman dari siksa api neraka. Pembebasan ini terjadi setiap malam, bukan hanya di akhir bulan, sebagai bentuk rahmat-Nya yang luas, di mana pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka, dan setan dibelenggu.

Sementara itu kalimat "Man shaama Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih" (Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu) mengandung makna fundamental mengenai kualitas puasa seorang Muslim.

Diakhir ceramah Ustadz Abrar Zym yang juga merupakan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Aceh Barat tersebut menyampaikan “la-fatahna 'alaihim barakatim minas-sama'i wal-ard” adalah janji Allah untuk melimpahkan rezeki dan kemakmuran yang luas kepada masyarakat yang beriman dan bertakwa.

“Ayat ini mengajarkan bahwa kunci keberkahan suatu negeri adalah beriman dan bertakwa. Kebalikannya, jika penduduknya mendustakan ayat-ayat Allah dan berbuat maksiat, Allah akan menurunkan siksaan sebagai ganti berkah tersebut” jelas Ustadz Abrar Zym.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....