Roti Durian Meulaboh Laris, Berawal dari 10 Kini 200 Kotak

  • 25 Jul 2026 15:33 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Inovasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memenangkan persaingan pasar. Hal itu dibuktikan oleh Maulidia Natalia Lubis, pemilik Roti Durian Meulaboh, yang sukses mengembangkan usaha roti isi durian hingga mampu menjual sekitar 200 kotak setiap hari.

Dalam program UMKM Corner RRI Pro 2 Meulaboh, Maulidia menceritakan usahanya bermula dari produksi roti biasa seperti roti tawar, roti kelapa, dan roti cokelat. Saat musim durian tiba, ia mencoba menghadirkan inovasi berupa roti isi durian lumer menggunakan daging durian asli.

"Awalnya cuma coba buat 10 kotak dan dipromosikan ke teman-teman lewat WhatsApp. Alhamdulillah dari mulut ke mulut terus berkembang, sampai sekarang bisa sekitar 200 kotak per hari," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, usahanya menghabiskan sekitar 15 kilogram daging durian setiap hari. Seluruh bahan baku dipastikan segar karena isian durian dibuat pada hari yang sama dengan proses produksi roti.

Menurut Maulidia, prinsip utama yang diterapkannya adalah tidak menyimpan isian durian untuk digunakan keesokan hari. Roti yang diproduksi juga diupayakan habis terjual pada hari yang sama agar kualitas rasa dan teksturnya tetap terjaga.

"Kalau hari ini buat, ya hari ini juga harus habis. Kami maunya semua benar-benar fresh, baik rotinya maupun isi duriannya," katanya.

Komitmen menjaga kualitas tersebut membuat produk Roti Durian Meulaboh diminati masyarakat. Bahkan, pada awalnya sistem penjualan dilakukan melalui pre-order karena jumlah produksi belum mampu memenuhi permintaan konsumen.

Seiring meningkatnya pesanan, Maulidia menambah kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja. Meski demikian, ia mengaku permintaan masih sering melebihi stok yang tersedia.

Media sosial turut menjadi faktor penting dalam perkembangan usahanya. Awalnya promosi hanya dilakukan melalui WhatsApp, namun setelah produknya diunggah ke TikTok oleh pelanggan, pesanan meningkat signifikan.

Ia mengungkapkan, dalam sehari dirinya dapat menerima hingga ratusan pesan WhatsApp dari calon pembeli sehingga tidak selalu bisa merespons seluruh pertanyaan secara langsung karena fokus pada proses produksi.

Produk Roti Durian Meulaboh dijual mulai Rp23 ribu untuk isi empat potong dan Rp35 ribu untuk isi delapan potong. Konsumen juga dapat menambahkan berbagai pilihan topping dengan biaya tambahan.

Selain melayani pelanggan di Meulaboh, produknya juga kerap dibeli sebagai oleh-oleh maupun dikirim ke luar daerah melalui jasa titip. Meski menggunakan durian asli, roti tetap dapat disimpan di lemari pendingin selama beberapa hari tanpa mengubah teksturnya secara signifikan.

Di akhir perbincangan, Maulidia mengajak masyarakat yang ingin memulai usaha agar tidak takut mencoba.

"Jangan takut memulai usaha apa pun. Rezeki sudah diatur Allah. Yang penting berani mulai dan terus berusaha," pesannya.

Keberhasilan Roti Durian Meulaboh menjadi contoh bahwa inovasi produk, kualitas yang konsisten, dan pemanfaatan media sosial dapat menjadi modal penting bagi UMKM untuk berkembang. Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa usaha sederhana yang dikelola dengan komitmen mampu tumbuh menjadi produk unggulan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....