Berawal dari Bumbu Rujak, Dapur Maimai Bertahan Hampir Sembilan Tahun

  • 10 Agt 2026 22:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Berawal dari sebuah bumbu rujak yang dibuat untuk acara bersama, Dapur Maimay kini berkembang menjadi usaha kuliner rumahan yang telah bertahan hampir sembilan tahun. Usaha milik Maisuri itu mulai dirintis pada akhir 2017 atau awal 2018.

Maisuri menceritakan, Dapur Maimay pada awalnya hanya memproduksi satu produk, yakni bumbu rujak. Produk tersebut dibuat secara tidak sengaja setelah dirinya mengikuti sebuah pelatihan dan diminta menyiapkan bumbu rujak untuk disantap bersama peserta lainnya.

“Awalnya usaha ini berdiri tanpa sengaja. Waktu itu kami ada acara setelah pelatihan dan berencana makan rujak. Saya kemudian diminta membuat bumbu rujak,” kata Maisuri dalam program UMKM Berbicara.

Bumbu rujak tersebut kemudian dicicipi oleh mentor dan peserta pelatihan. Respons positif membuat mereka menyarankan Maisuri untuk mulai menjualnya.

Pesanan pertama disebut hanya sekitar 30 cup. Promosi saat itu dilakukan dari mulut ke mulut, sebelum akhirnya usaha berkembang dan dikenal lebih luas.

Menurut Maisuri, salah satu alasan bumbu rujak Dapur Maimay dapat bertahan adalah penggunaan bahan yang menjadi ciri khas cita rasa Aceh, di antaranya rumbia dan buah batok. Untuk menjaga cita rasa tersebut, ia memilih tidak memproduksi bumbu rujak ketika bahan utama sulit diperoleh.

“Kalau bahan khasnya tidak ada, lebih baik tidak membuat daripada rasanya berubah,” ujarnya.

Seiring waktu, Dapur Maimay tidak lagi hanya menjual bumbu rujak. Usaha tersebut kini menyediakan berbagai menu masakan rumahan, seperti ayam bakar, rendang jengkol, ikan bakar, nasi kotak, serta beragam sambal dan makanan kering.

Ayam bakar menjadi salah satu menu yang tersedia setiap hari. Maisuri menyebut, produksi harian ayam bakar dapat mencapai enam ekor dan biasanya habis sekitar tengah hari.

Selain makanan siap santap, Dapur Maimay juga menerima pesanan katering untuk berbagai kegiatan, termasuk acara peresmian, pelatihan, maupun kebutuhan kantor. Harga nasi kotak bervariasi sesuai dengan menu yang dipilih.

Perkembangan usaha tersebut turut didukung pemasaran melalui media sosial. Maisuri menggunakan Instagram untuk menginformasikan menu yang tersedia pada hari berikutnya sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan lebih awal.

Meski sebagian besar aktivitas produksi masih dilakukan dari rumah dengan bantuan keluarga terdekat, Maisuri mulai mempertimbangkan perekrutan karyawan. Langkah tersebut dinilai penting agar kapasitas produksi dapat meningkat dan pesanan dalam jumlah besar dapat ditangani dengan lebih baik.

Ia berharap Dapur Maimay ke depan semakin berkembang, dikenal lebih luas, sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan.

“Harapannya ke depan lebih berkembang, lebih dikenal, dan bisa menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Perjalanan Dapur Maimay menunjukkan bahwa usaha rumahan dapat berkembang dari langkah sederhana. Bagi Maisuri, menjaga kualitas rasa, mengikuti kebutuhan pasar, serta terus berinovasi menjadi bagian penting untuk mempertahankan usaha di tengah persaingan kuliner.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....