Dapur Maymay: Dari Hobi Memasak Menjadi Sumber Penghasilan Keluarga
- 10 Agt 2026 22:01 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Hobi memasak yang ditekuni sejak sebelum menikah membawa Maisuri mengembangkan Dapur Maimay menjadi usaha kuliner rumahan. Hampir sembilan tahun berjalan, usaha tersebut kini memiliki beragam produk dan pelanggan tetap.
Di tengah aktivitasnya sebagai seorang bidan, Maisuri tetap menjalankan usaha kuliner yang bermula dari kegemarannya memasak. Ia mengaku, memasak dilakukan dengan senang karena berawal dari hobi.
“Hobi saya memang memasak. Jadi menjalaninya tanpa beban karena kita menjalankan hobi,” ujar Maisuri saat berbincang dalam program UMKM Berbicara.
Dapur Maimay mulai dirintis pada akhir 2017 atau awal 2018 dengan produk pertama berupa bumbu rujak. Produk tersebut awalnya dibuat untuk dikonsumsi bersama dalam sebuah kegiatan. Setelah mendapat respons positif, bumbu rujak kemudian dijual dan dipasarkan dari mulut ke mulut.
Dari produksi awal sekitar 30 cup, permintaan terus berkembang. Saat ini, Maisuri menyebut produksi bumbu rujak dapat mencapai sekitar 100 cup dalam satu kali produksi.
Bumbu rujak tersebut menjadi salah satu produk yang dipertahankan karena memiliki karakter rasa yang menggunakan bahan khas Aceh, termasuk rumbia dan buah batok. Maisuri juga berupaya mempertahankan resep agar cita rasa produknya tetap konsisten.
| Baca juga: Resep Pepes Udang Pedas Praktis dan Lezat |
Selain bumbu rujak, Dapur Maimay memproduksi ayam bakar, rendang jengkol, ikan bakar, berbagai sambal, tempe teri, serta nasi kotak untuk kebutuhan katering. Beberapa produk kering juga dikembangkan agar dapat dibawa dalam perjalanan, termasuk oleh pelanggan yang hendak menjalankan ibadah umrah atau haji.
Pemasaran Dapur Maimay kini dilakukan melalui media sosial. Informasi mengenai menu yang tersedia biasanya dibagikan melalui Instagram sehari sebelum produk siap dijual. Pelanggan dapat melakukan pemesanan maupun mengambil makanan secara langsung atau menggunakan layanan pengantaran.
Menurut Maisuuri, menjaga rasa menjadi salah satu kunci mempertahankan pelanggan. Ia juga berusaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar tanpa meninggalkan karakter makanan yang menjadi ciri khas Dapur Maimay.
Tantangan tetap muncul, terutama ketika bahan baku tertentu sulit diperoleh. Rumbia, misalnya, tidak selalu tersedia sepanjang tahun. Untuk mempertahankan karakter bumbu rujak, Maisuri memilih mencari pemasok khusus dan menghentikan produksi sementara apabila bahan utama tidak tersedia.
“Jangan takut berkarya, jangan takut muncul dengan inovasi dan kreativitas masing-masing,” pesan Maisuri kepada masyarakat yang ingin memulai usaha.
Ia menilai dapur rumah dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus membantu perekonomian keluarga. Menurutnya, kemauan untuk mencoba dan konsisten menjalankan usaha menjadi modal penting bagi pelaku UMKM.
Ke depan, Maisuri berencana mengembangkan Dapur Maimay dan merekrut tenaga kerja agar kapasitas produksi dapat meningkat. Ia juga ingin terus menghadirkan menu baru, terutama masakan rumahan yang selama ini mendapat respons positif dari pelanggan.
Kisah Dapur Maimay menjadi contoh bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari sebuah bumbu rujak yang awalnya dibuat untuk makan bersama, Maisuri membangun usaha secara bertahap melalui kualitas produk, promosi dari mulut ke mulut, media sosial, dan pelanggan yang terus bertumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....