TikTok Ubah Roti Durian Meulaboh Jadi Buruan Pembeli
- 25 Jul 2026 15:36 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Perkembangan media sosial membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Maulidia Natalia Lubis, pemilik Roti Durian Meulaboh, yang mengaku penjualan usahanya meningkat pesat setelah produknya viral di TikTok.
Dalam wawancara pada program UMKM Corner RRI Pro 2 Meulaboh, Maulidia mengatakan, awalnya promosi hanya dilakukan melalui status WhatsApp kepada teman-teman terdekat. Saat itu ia hanya memproduksi sekitar 10 kotak roti isi durian sebagai percobaan.
Namun, situasi berubah ketika salah seorang pelanggan mengunggah produknya ke TikTok. Sejak saat itu, jumlah pesanan terus meningkat hingga kini mampu mencapai sekitar 200 kotak per hari.
"Dari TikTok itu mulai naik penjualan. Awalnya saya juga tidak menyangka bakal sebesar ini," ujarnya.
Lonjakan permintaan membuat dirinya menerima hingga ratusan pesan WhatsApp setiap hari. Bahkan, ia mengaku sering mendapat keluhan karena tidak sempat membalas seluruh pesan pelanggan.
Menurutnya, keterlambatan membalas bukan karena mengabaikan pembeli, melainkan karena seluruh waktu lebih banyak digunakan untuk menyiapkan bahan baku, membuat isian durian segar, memanggang roti, hingga mengemas pesanan.
"Kadang orang mengira saya tidak mau membalas. Padahal pagi sampai sore fokus produksi supaya semua yang dijual benar-benar fresh," katanya.
Maulidia menjelaskan, seluruh isian roti dibuat dari daging durian asli tanpa disimpan untuk hari berikutnya. Produksi dilakukan setiap hari dengan penggunaan sekitar 15 kilogram daging durian agar kualitas rasa tetap terjaga.
Strategi menjaga kesegaran produk juga diterapkan melalui jam operasional yang terbatas, yakni mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Sistem tersebut dipilih agar roti yang diproduksi pada hari itu dapat langsung diterima konsumen dalam kondisi terbaik.
Selain diminati warga Meulaboh, roti isi durian lumer juga mulai banyak dibeli sebagai buah tangan maupun dikirim ke luar kota melalui jasa titip. Harga yang relatif terjangkau, yakni mulai Rp23 ribu hingga Rp35 ribu per kotak, menjadi salah satu daya tarik bagi pelanggan.
Di tengah meningkatnya permintaan, Maulidia berharap usahanya terus berkembang dan mendapat dukungan untuk memperbesar kapasitas produksi. Ia juga bercita-cita menjadikan Roti Durian Meulaboh sebagai salah satu oleh-oleh khas daerah.
Ia pun memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar berani memulai usaha meski dari skala kecil.
Keberhasilan Roti Durian Meulaboh menunjukkan bahwa kualitas produk yang konsisten dipadukan dengan pemanfaatan media sosial dapat menjadi strategi efektif dalam mempercepat pertumbuhan UMKM. Kisah ini menjadi bukti bahwa promosi digital mampu membuka pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....