RSUD Cut Nyak Dhien Layani 33 Pasien Cuci Darah Rutin

  • 29 Jun 2026 23:56 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Unit Hemodialisis (HD) atau layanan cuci darah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh terus meningkatkan pelayanan bagi pasien penyakit ginjal kronis di wilayah pantai barat selatan Aceh. Saat ini, rumah sakit tersebut menangani 33 pasien cuci darah rutin yang berasal dari Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.

Dokter Umum Unit Hemodialisis RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr. Rahmi Fitriana mengatakan dari total 33 pasien, sebanyak 25 orang berasal dari Kabupaten Aceh Barat, tiga pasien dari Aceh Jaya, dan lima pasien dari Kabupaten Nagan Raya.

"Seluruh pasien menjalani terapi cuci darah dua kali dalam seminggu. Jadwalnya kami atur secara bergantian, misalnya pasien yang datang pada Senin akan kembali pada Kamis, pasien Selasa datang lagi Jumat, sedangkan pasien Rabu dijadwalkan kembali pada Minggu," ujarnya.

Menurutnya, jumlah pasien yang membutuhkan layanan hemodialisis terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut tidak lagi didominasi oleh kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak dialami masyarakat usia produktif.

"Kalau dulu pasien cuci darah lebih banyak usia lanjut, sekarang usia sekitar 40 tahun sudah cukup banyak yang harus menjalani cuci darah. Bahkan pasien termuda yang kami tangani berusia 18 tahun, sedangkan yang tertua sekitar 75 tahun," katanya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, RSUD Cut Nyak Dhien telah menambah lima tempat tidur hemodialisis sehingga jumlahnya meningkat dari sembilan menjadi 14 unit. Penambahan fasilitas tersebut membuat pasien tidak lagi harus menunggu antrean panjang untuk mendapatkan layanan.

"Alhamdulillah sekarang pasien yang membutuhkan cuci darah tidak perlu lagi menunggu antrean. Bahkan bagi masyarakat yang sebelumnya menjalani terapi di Banda Aceh, kini bisa melanjutkan pengobatan di Meulaboh sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk tinggal di Banda Aceh," katanya menjelaskan.

Selain penambahan fasilitas, rumah sakit juga memperkuat sumber daya manusia. Saat ini layanan hemodialisis didukung seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal sebagai supervisor, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki pelatihan ginjal, seorang dokter umum bersertifikat pelatihan ginjal, serta 10 perawat yang telah memiliki kompetensi khusus di bidang hemodialisis.

Rahmi menjelaskan, pelayanan cuci darah memiliki standar kompetensi yang ketat sehingga tenaga medis yang bertugas wajib memiliki sertifikasi khusus.

"Yang paling penting bukan hanya jumlah tenaga medis, tetapi kompetensinya. Dokter dan perawat yang menangani pasien hemodialisis harus mengikuti pelatihan khusus selama sekitar enam bulan. Saat ini kebutuhan tenaga kami sudah mencukupi karena dua perawat juga baru menyelesaikan pelatihan di Banda Aceh," ujarnya.

Setiap harinya, Unit Hemodialisis RSUD Cut Nyak Dhien mampu melayani sekitar 15 hingga 16 pasien sesuai jadwal terapi yang telah ditetapkan. Menurutnya, kapasitas pelayanan saat ini masih mampu mengakomodasi kebutuhan pasien di wilayah Aceh Barat dan sekitarnya.

Dengan peningkatan fasilitas dan tenaga kesehatan yang kompeten, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh berharap masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....