Anemia pada Ibu Hamil Tingkatkan Risiko Kematian Ibu dan Bayi
- 23 Mei 2026 14:46 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Dokter spesialis kandungan RSUD Cut Nyak Dhien, dr. Mardani, mengingatkan anemia pada ibu hamil menjadi kondisi yang harus diwaspadai karena berdampak besar terhadap keselamatan ibu dan janin. Ia menyebut kekurangan zat besi dapat memicu persalinan prematur, perdarahan hingga kematian ibu dan bayi.
“Anemia pada ibu hamil sangat berpengaruh terhadap ibunya, janinnya, dan plasentanya,” kata dr. Mardani dalam program Indonesia Sehat, Jumat 22 Mei 2026. Ia menjelaskan kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan sehingga ibu hamil harus menjaga asupan nutrisi agar kebutuhan darah tetap terpenuhi.
Menurutnya, gejala anemia pada ibu hamil ditandai dengan tubuh lemah, kulit pucat, jantung berdebar, hingga sesak napas. Pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan dinilai penting agar anemia dapat dideteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat.
Dr. Mardani juga menekankan anemia dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin hingga stunting. “Kita ingin generasi Aceh yang akan datang memiliki kualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Untuk mencegah anemia, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Pemerintah juga telah mewajibkan konsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan.
Ia mengimbau ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan di posyandu, puskesmas maupun rumah sakit agar risiko komplikasi dapat dicegah sejak awal. Dukungan keluarga juga dinilai penting agar ibu hamil tetap sehat dan terhindar dari stres selama masa kehamilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....