Anemia pada Ibu Hamil dan Resiko nya
- 22 Mei 2026 21:42 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID , Meulaboh - Dr. Mardani. sp.og dan Emi Hartini ,S.KM mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap anemia pada ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian ibu dan bayi.
Dalam program Indonesia Sehat dr. Mardani menjelaskan bahwa anemia pada ibu hamil terjadi akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa kehamilan untuk memenuhi kebutuhan ibu, janin, dan plasenta.
Anemia pada ibu hamil sangat perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap ibunya, janinnya, dan plasentanya, ujar dr. Mardani.
Ia menjelaskan, gejala anemia pada ibu hamil antara lain mudah lelah, lemah, kulit pucat, jantung berdebar, sesak napas, hingga gangguan konsentrasi.
Untuk memastikan kondisi anemia, ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) secara rutin di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, anemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti persalinan prematur, perdarahan, gangguan kontraksi rahim, hingga kematian ibu.
Sementara pada janin, anemia dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), gangguan tumbuh kembang, stunting, bahkan kematian janin dalam kandungan.
Selain itu, kekurangan zat besi juga disebut dapat memengaruhi tingkat kecerdasan anak di masa depan.
Untuk mencegah anemia, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, tahu, dan tempe.
Dr. Mardani juga menekankan pentingnya konsumsi tablet tambah darah selama kehamilan.
Pemerintah sendiri telah menjalankan program pemberian 90 tablet tambah darah bagi ibu hamil sebagai bagian dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Sementara itu, Emi Hartini dari PKRS Rumah Sakit Cut Nyak Dhien mengatakan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan baik melalui rumah sakit, posyandu, maupun media siaran radio.
| Baca juga: Manfaat Buah Plum Untuk Kesehatan Ibu Hamil |
Ia menilai pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi risiko anemia sejak dini serta mencegah stunting.
Ibu hamil harus bahagia, tidak stres, dan mendapatkan dukungan keluarga. Nutrisi yang baik dan dukungan lingkungan sangat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, kata Emi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kehamilan dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan pemeriksaan kehamilan, diharapkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan kasus stunting dapat terus ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....