Kesehatan Mental Lansia Masih Luput dari Perhatian

  • 21 Apr 2026 09:45 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulabo - Isu kesehatan mental pada lanjut usia (lansia) masih kerap luput dari perhatian. Banyak masyarakat menganggap perubahan perilaku seperti mudah lupa, sulit tidur, atau sering merasa sedih sebagai hal wajar akibat penuaan, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan mental yang membutuhkan penanganan serius.

Hal ini mengemuka dalam dialog “Indonesia Sehat” yang disiarkan RRI Melaboh. Dokter spesialis kejiwaan, dr. Asti Yuli Adha, Sp.Kj, menjelaskan bahwa lansia merupakan individu berusia di atas 60 tahun yang rentan mengalami penurunan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis.

“Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional dan kognitif. Jika lansia sudah tidak mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik, itu menjadi tanda adanya gangguan yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.

Sementara itu, Kepala Instalasi PKRS Cut Nyak Dhien Emi Hartini, menyoroti masih rendahnya kesadaran keluarga dalam mengenali gejala awal gangguan mental pada lansia. Ia menegaskan bahwa banyak kasus baru ditangani ketika sudah dalam kondisi berat.

Menurutnya, faktor pemicu gangguan mental pada lansia cukup beragam, mulai dari kesepian akibat berkurangnya interaksi sosial, kehilangan pasangan hidup, hingga penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Kondisi tersebut dapat memicu stres berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan jiwa.

Dalam dialog tersebut juga dibahas tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti penurunan nafsu makan, menarik diri dari lingkungan, hingga tidak mampu merawat diri sendiri. Jika gejala ini muncul, keluarga disarankan segera melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk konsultasi ke tenaga profesional.

Lebih lanjut, peran keluarga disebut sebagai faktor kunci dalam menjaga kesehatan mental lansia. Dukungan emosional, komunikasi yang hangat, serta pelibatan lansia dalam aktivitas sehari-hari dinilai mampu mengurangi risiko depresi dan kecemasan.

“Jangan anggap biasa perubahan pada orang tua. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang lansia untuk tetap hidup sehat dan bahagia,” tambahnya.

Melalui dialog ini, masyarakat diharapkan mulai lebih peduli terhadap kondisi mental lansia. Pasalnya, masa tua bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan penuh dari keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....