Lakotani Bawa Gagasan Baru untuk Pembinaan Atlet Papua Barat
- 16 Sep 2026 17:47 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat 2026 dinilai menjadi ruang bagi insan olahraga untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi secara lebih terbuka. Calon Ketua KONI Papua Barat Mohamad Lakotani menyebut proses tersebut sebagai momentum memperkuat prinsip demokrasi dalam kepemimpinan olahraga daerah.
Lakotani menyampaikan pandangan itu setelah menyerahkan dokumen pencalonannya pada Senin sore, 14 September 2026. Menurutnya, kontestasi pada Musorprovlub kali ini memberikan kesempatan lebih luas bagi cabang olahraga, KONI kabupaten hingga atlet untuk menentukan pilihan berdasarkan mekanisme yang berlaku.
“Ini adalah ruang bagi masyarakat olahraga, baik cabang olahraga, KONI kabupaten, tetapi juga para atlet untuk melakukan proses seleksi dan mendapatkan kepemimpinan secara lebih terbuka,” ujar Lakotani.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi persoalan di antara insan olahraga. Lakotani menilai seluruh pihak tetap perlu menjaga hubungan baik dan menjadikan sportivitas sebagai bagian penting selama tahapan Musorprovlub berlangsung.
Lakotani menyebut komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk calon lainnya Yosias Saroy, pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten. Ia berharap seluruh peserta kontestasi dapat menghormati pilihan masing-masing serta menjalankan proses sesuai aturan organisasi dan ketentuan yang berlaku.
“Biarkan proses ini berlangsung sesuai mekanisme yang diamanatkan dalam undang-undang olahraga maupun AD/ART KONI. Mari kita tunjukkan kepada publik bahwa dalam perbedaan pendapat, secara pribadi kita tetap saling menghargai dan menghormati,” katanya.
Dari sisi program, Lakotani menawarkan konsep KONI Papua Barat sehat, KONI kabupaten berdaya dan cabang olahraga berprestasi. Ia juga mengusulkan penyederhanaan struktur organisasi agar penggunaan anggaran pemerintah dapat lebih diarahkan pada pembinaan atlet dan pengembangan cabang olahraga.
Pembinaan tersebut, kata Lakotani, perlu dimulai dari daerah melalui kompetisi berjenjang. Ia berencana mendorong kejuaraan tingkat daerah minimal sekali dalam satu periode kepengurusan serta menggelar rapat kerja pada 100 hari pertama untuk menyusun program pembinaan dan kompetisi. Langkah itu ditujukan untuk menemukan dan mengembangkan atlet lokal agar tidak bergantung pada pencarian atlet dari luar Papua Barat.
“Kita jangan sampai ketika sudah mendekati event baru kemudian ribut membeli atau mencari atlet dari luar. Kita harus memberdayakan anak-anak yang ada di Papua Barat,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....