Lakotani Siap Benahi KONI Papua Barat

  • 23 Agt 2026 11:54 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari — Pencalonan Mohamad Lakotani sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat dinilai tidak perlu dipersoalkan dari sisi kepemimpinan organisasi. Tim pemenangan menegaskan langkah Wakil Gubernur Papua Barat sekaligus Ketua FASI Papua Barat itu telah mempertimbangkan aturan yang berlaku.

Ketua Tim Pemenangan Mohamad Lakotani, Melkias Werinussa, mengatakan isu mengenai rangkap pimpinan organisasi yang saat ini berkembang perlu dilihat secara utuh, terutama berdasarkan ketentuan AD/ART KONI.

Menurut Melkias, regulasi AD/ART KONI memiliki ketentuan khusus yang memungkinkan Lakotani mengikuti kontestasi Ketua Umum KONI Papua Barat.

“Keputusan MOLA untuk ikut dalam kontestasi Ketua Umum KONI diperbolehkan oleh regulasi AD/ART yang sifatnya lex specialis,” kata Melkias.

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Gubernur Papua Barat sebagai pimpinan.

Melkias menjelaskan, keikutsertaan Lakotani dalam pemilihan Ketua Umum KONI tidak hanya dilihat dari kepentingan menduduki sebuah jabatan. Lebih dari itu, pencalonan tersebut disebut sebagai upaya untuk membenahi KONI Papua Barat yang dinilai sedang menghadapi sejumlah persoalan.

Menurutnya, perbaikan tata kelola dan fungsi KONI diharapkan dapat menjadi bagian dari peninggalan positif pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat di bidang olahraga.

“Tujuannya memperbaiki KONI yang saat ini sedang dirundung berbagai persoalan, agar di akhir masa jabatan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur dapat meninggalkan sebuah legacy di bidang olahraga,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran mengenai rangkap kepemimpinan organisasi, Melkias memastikan terdapat komitmen untuk melakukan penataan setelah Lakotani terpilih sebagai Ketua Umum KONI.

Ia menyebut sejumlah organisasi kemasyarakatan yang saat ini dipimpin Lakotani akan dilepas melalui mekanisme internal masing-masing organisasi. Komitmen tersebut, kata Melkias, telah dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan melepas organisasi.

“Setelah terpilih menjadi Ketua Umum KONI, beberapa organisasi kemasyarakatan akan dilepas sesuai mekanisme organisasi,” ucapnya.

Di sisi lain, pencalonan Lakotani disebut tidak terlepas dari aspirasi cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota. Tim pemenangan menilai terdapat harapan agar KONI kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai organisasi yang fokus terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Melkias mengatakan salah satu target yang ingin diwujudkan adalah meningkatkan prestasi Papua Barat di tingkat nasional dengan sasaran minimal meraih dua digit medali emas pada PON.

“Memenuhi permintaan dan harapan cabor untuk bersama-sama mengembalikan fungsi utama KONI agar menoreh prestasi minimal dua digit emas PON,” katanya.

Dengan demikian, Melkias menegaskan pencalonan Lakotani dibangun atas dukungan bersama dari cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota, bukan semata-mata kepentingan individu.

“Untuk itu, MOLA hadir bersama para cabor dan KONI kabupaten,” kata Melkias.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....