Masyarakat Diminta Waspadai Pembakaran Lahan saat Kemarau
- 14 Sep 2026 12:48 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kondisi kemarau berkepanjangan meningkatkan perhatian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama saat membuka atau membersihkan lahan.
Kepala Balai Pembenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan (BP2TH) Papua Barat, Jeffry C. Angkotta, mengingatkan pembakaran yang dilakukan untuk kepentingan sesaat dapat menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang.
Ia mengatakan kondisi kekeringan dapat membuat kawasan vegetasi lebih mudah terbakar. Jika tidak dikendalikan, kebakaran dapat meluas dan memberikan dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
“Jangan lakukan pembakaran sembarangan karena keinginan atau kepentingan sesaat. Dia bisa memberikan dampak yang luar biasa dan cukup panjang bagi kita semua,” jelasnya, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya berkaitan dengan rusaknya kawasan hutan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara di wilayah permukiman.
Jeffry menilai keberadaan hutan yang terjaga memiliki manfaat besar dalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu. Karena itu, masyarakat perlu ikut menjaga kawasan hutan dan mencegah munculnya sumber api yang dapat memicu kebakaran.
Ia mendorong masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pembibitan, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan hutan.
Jeffry berharap kesadaran menjaga hutan semakin kuat di tengah masyarakat Papua Barat. Ia menekankan pentingnya menjadikan hutan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat bersama agar manfaatnya tetap dirasakan generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....