Danramil Tomu dan Babinsa Gencarkan Patroli Cegah Karhutla
- 28 Agt 2026 09:52 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni– Memasuki musim kemarau, jajaran Koramil 1806-05/Tomu meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1806-05/Tomu, Lettu Inf Pelipus Usyor, bersama empat personel Babinsa dan masyarakat di RT 05 Kampung Sebyar Rojasari, Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis 27 Agustus 2026.
Patroli dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah munculnya titik-titik api yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaan. Selain menyisir area yang dianggap rawan, personel TNI juga memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Danramil 1806-05/Tomu, Lettu Inf Pelipus Usyor, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan perkebunan dan hutan.
“Kami bersama anggota terus turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada titik api. Patroli dilakukan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Jika ditemukan kebakaran, kami bersama masyarakat akan bergerak cepat untuk melakukan pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.
Menurutnya, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya karhutla yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun lingkungan. Karena itu, selain patroli rutin, Koramil 1806-05/Tomu juga terus mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana kabut asap.
“Melalui patroli dan sosialisasi ini kami berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini. Mari bersama-sama menjaga wilayah kita agar tetap aman dari karhutla karena dampaknya sangat merugikan semua pihak,” kata Pelipus.
Ia menambahkan, pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh aparat semata, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan serta mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan dini, diharapkan wilayah Distrik Tomu tetap terbebas dari kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam keselamatan warga serta merusak ekosistem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....